Rabu 04 Aug 2021 14:56 WIB

Saudi Dukung Kesepakatan Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir

Arab Saudi mendukung negosiasi penghidupan kembali kesepakatan nuklir

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih
Fasilitas nuklir Iran.
Foto: google.com
Fasilitas nuklir Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Arab Saudi mendukung negosiasi penghidupan kembali kesepakatan nuklir yang tengah dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Namun Riyadh menekankan kesepakatan itu harus memastikan Teheran tak membangun atau memiliki senjata nuklir.

“Kami tentu mendukung kesepakatan dengan Iran selama kesepakatan itu memastikan Iran, sekarang atau tidak akan pernah, mendapatkan akses ke teknologi senjata nuklir, jadi itulah tantangannya,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan pada Selasa (3/8), dikutip dari laman Al Arabiya.

Baca Juga

Dia menyambut keterlibatan kuat antara Saudi, AS, dan mitra Eropanya atas diskusi penghidupan kembali kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang sedang berlangsung di Wina, Austria. Pangeran Faisal mengungkapkan Saudi akan sangat menyambut Iran sebagai bagian yang produktif dari kawasan.

Terkait hal tersebut, dia mengutip aksi Iran memasok senjata ke kelompok Houthi di Yaman. Selain itu, Pangeran Faisal menyebut Iran turut membahayakan lalu-lintas pengiriman di perairan Teluk Arab. Teheran diketahui telah dituding bertanggung jawab atas serangkaian serangan yang menargetkan kapal dagang atau kapal tanker di wilayah perairan di sana.

“Semua orang ingin mengatasi aktivitas regional Iran yang memfitnah yang mengganggu kestabilan kawasan dan menyebabkan risiko tidak hanya bagi kami, tetapi juga keamanan global serta ekonomi global. Bagaimana menuju ke sana masih sesuatu yang saya pikir sedang didiskusikan,” kata Pangeran Faisal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement