Ahad 05 Dec 2021 17:54 WIB

AS Khawatirkan Kegiatan Militer Rusia di Perbatasan Ukraina

AS menilai peningkatan jumlah pasukan Rusia di perbatasan Ukrania pertanda invasi.

Rep: Rizki Jaramaya/ Red: Agung Sasongko
Pasukan terjun payung Angkatan Darat Rusia berbaris selama latihan untuk parade militer Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, pada 7 Mei 2021. Pejabat Ukraina dan Barat khawatir bahwa penumpukan militer Rusia di dekat Ukraina dapat menandakan rencana Moskow untuk menyerang bekas Sovietnya tetangga.
Foto: AP/Alexander Zemlianichenko,
Pasukan terjun payung Angkatan Darat Rusia berbaris selama latihan untuk parade militer Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, pada 7 Mei 2021. Pejabat Ukraina dan Barat khawatir bahwa penumpukan militer Rusia di dekat Ukraina dapat menandakan rencana Moskow untuk menyerang bekas Sovietnya tetangga.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan membicarakan tentang ketegangan situasi di Ukraina, dalam sebuah panggilan video pada Selasa (7/12) mendatang. Amerika Serikat menilai, peningkatan jumlah pasukan Rusia di perbatasan Ukrania merupakan pertanda invasi dalam waktu dekat.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, dalam pertemuan dengan Putin, Biden akan menekankan kekhawatiran AS tentang kegiatan militer Rusia di perbatasan. Hal ini menegaskan kembali dukungan AS untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.

Baca Juga

“Harapan saya adalah kita akan melakukan diskusi panjang dengan Putin," ujar Biden. 

Pejabat intelijen AS mengatakan, Rusia mengerahkan sekitar 70 ribu tentara di dekat perbatasannya dengan Ukraina. Pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim itu mengatakan, Rusia merencanakan kemungkinan invasi ke Ukraina pada awal tahun depan.

 

Sementara itu, pejabat AS dan mantan diplomat Amerika mengatakan, militer Ukraina telah memiliki persenjataan dan persiapan yang lebih baik daripada di masa lalu. Selain itu, ancaman sanksi oleh Barat akan menimbulkan kerusakan serius pada ekonomi Rusia.

Sebelumnya, Biden dan para penasihatnya mempersiapkan serangkaian inisiatif komprehensif yang bertujuan menghalangi Putin melakukan invasi. Dia tidak memberikan perincian lebih lanjut, tetapi pemerintah AS telah membahas kemitraan dengan sekutu Eropa untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia.

 “Apa yang saya lakukan adalah menyusun apa yang saya yakini akan menjadi serangkaian inisiatif paling komprehensif dan bermakna untuk membuatnya sangat sulit bagi Tuan Putin untuk terus maju (melakukan invasi), dan melakukan apa yang dikhawatirkan," ujar Biden.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement