Kamis 23 Mar 2023 10:29 WIB

Moskow Beri Penghargaan Pilot Rusia yang Jatuhkan Drone AS

AS justru mengejek pemberian penghargaan tersebut dan menyebut pilot Rusia idiot

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
MQ9 Reaper Drone
Foto: af.mil
MQ9 Reaper Drone

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintah Rusia pada Rabu (22/3/2023) memberikan medali dan menganugerahkan gelar Order of Courage kepada pilot Sukhoi Su-27 yang mencegat drone milik AS hingga jatuh ke Laut Hitam.

Sementara pihak Washington justru mengejek aksi pilot Rusia tersebut dan menyebutnya sebagai pilot paling idiot. AS menilai pilot Rusia adalah pihak yang bertanggung jawab dan patut disalahkan atas kecelakaan drone AS tersebut.

Baca Juga

"Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu menganugerahkan medali Bintang Emas dan menganugerahkan gelar Order of Courage kepada dua pilot karena berhasil mencegah drone MQ-9 AS melanggar wilayah udara," kata keterangan resmi Kementerian Pertahanan Rusia tersebut, dilansir dari Al Arabiya, Kamis (23/3/2023).

Sementara itu, John Kirby, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, justru mengejek apa yang dilakukan Rusia itu. “Saya tidak tahu ada militer lain di dunia... yang telah menghadiahkan seorang pilot karena menabrak pesawat tak berawak. Jika itu keberanian, maka kurasa mereka memiliki definisi yang berbeda,” kata Kirby.

Kirby menambahkan, ia tidak tahu mengapa Rusia memberikan penghargaan keberanian kepada seorang pilot, yang membahayakan diri dengan menabrakkan diri ke aset miliki AS, kecuali dia hanya seorang pilot idiot.

Sebelumnya, sebuah drone pengintai militer AS (MQ-9 Reaper) jatuh ke Laut Hitam pada Kamis 14 Maret lalu, setelah dihantam jet tempur Su-27 Rusia di wilayah udara internasional, dekat wilayah yang diklaim Rusia.

AS dan Rusia memiliki cerita versi berbeda dari peristiwa yang saling berbeda terkait penyebab jatuhnya drone itu. AS berpendapat bahwa jet Su-27 Rusia memotong baling-baling drone yang menyebabkan drone tersebut kecelakaan. Sementara pihak Rusia menyangkal adanya kontak fisik antara jetnya dan drone, dan mengatakan, perangkat itu lepas kendali akibat manuver yang tajam, lalu jatuh.

Ini adalah insiden pertama antara Washington dan Moskow, sejak Moskow melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022 lalu. Pada hari Senin, kementerian pertahanan Rusia mengatakan jet tempur Su-35 Rusia diacak di atas Laut Baltik untuk mencegat dua pembom strategis B-52H AS yang terbang menuju perbatasan Rusia. Namun Washington tetap membantah insiden itu terjadi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement