Ahad 26 Dec 2010 22:59 WIB

Dituduh Sebarkan Kolera, Dukun Voodoo di Haiti Dibunuhi

Pasien kolera haiti menunggu pengobatan di rumah sakit darurat, Doctors Without Borders, di Sarthe, Haiti
Foto: AFP
Pasien kolera haiti menunggu pengobatan di rumah sakit darurat, Doctors Without Borders, di Sarthe, Haiti

REPUBLIKA.CO.ID, PORT-AU-PRINCE, HAITI--Pemulihan gempa belum sepenuhnya usai, Haiti kembali didera masalah sosial. Sedikitnya 45 orang telah dibunuh di negara itu akibat tuduhan penggunaan  'sihir hitam' untuk menyebarkan kolera, demikian menurut keterangan direktur asosiasi Voodoo, akhir pekan lalu.

Sebagian pembunuhan terjadi di sebuah kota pantai selatan Haiti, Jeremie, dimana orang-orang-orang ditemukan digantung, dibakar dan diserang dengan parang, ujar seorang pendeta Voodoo, Max Beauvoir. Namun ia menyatakan pembunuhan juga dilaporkan terjadi di ibu kota Haiti dan Central Plateu.

Pendeta itu menuturkan polisi tak menjawab panggilan teleponya saat ia ingin meminta komentar mereka. Namun AP melaporkan awal Desember ini, juru bicara polisi nasional, Frantz Lerebours, mengatakan segerombolan orang berparang telah membunuh puluhan orang yang dituduh mempraktekkan sihir demi menyebarkan kolera.

Sementara, juru bicara polisi PBB, Andre Leclerc, pada Jumat (24/12) pekan lalu mengatakan hanya menerima laporan sedikit pembunuhan akhir-akhir ini. Namun Beauvoir meyakini angka sesungguhnya bakal lebih banyak.

Ketakutan dan kebingungan mengitari berjangkitnya epidemi kolera. Penyakiti ini telah membunuh 2.400 orang dan diperkirakan masih menularkan 60 ribu orang lain, demikian ujar pengamat. PBB baru-baru ini membentuk panel beranggotakan ilmuwan internasional untuk menyelidiki sumber dari epidemik mematikan tersebut.

Beauvoir mengatakan sejauh ini ia berupaya mengontak polisi--meski tak berhasil--untuk meminta mereka mencegah pembunuhan lebih lanjut. Secara kasar, sekitar setengah dari 9,6 warga yang tinggal di Haiti mempraktekkan Voodoo, campuran dari keyakinan Afrika Barat dan agama Kristen.

Wabah kolera menjangkiti Haiti ketika negara itu tengah berjuang memulihkan diri dari gempa besar pada 2009 lalu. Gempa yang terjadi awal tahun ini telah membunuh 300 ribu orang dan membuat 1,5 juta penduduknya kehilangan rumah.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement