Selasa 04 Mar 2014 18:07 WIB

Produksi Emas Australia Capai Tingkat Tertinggi

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, AUSTRALIA -- Produksi emas Australia tercatat mencapai tingkat tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Tahun 2013 lalu, total produksi emas sebanyak 273 ton emas.

Menurut Surbiton dan Associates, sebuah firma konsultasi pertambangan, produksi emas meningkat sebanyak tujuh persen.

Jim Pollock, dari Surbiton and Associates, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan pertambangan menargetkan bijih emas yang lebih berkualitas, dikarenakan penurunan harga emas.

"Saat harga naik, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dengan mengolah bijih berkualitas rendah. Namun, bila harga turun, mereka harus menambang bijih dengan kualitas lebih tinggi untuk mempertahankan keuntungan," ucapnya, bar-baru ini.

Menurut Pollock, sektor pertambangan emas akhir-akhir ini amat aktif, dibanding periode-periode sebelumnya.

"Menurut saya, menyusul periode lesunya harga emas, sebagian perusahaan luar negeri memutuskan untuk menjual operasi mereka di Australia dan mencari prospek lebih baik di tempat lain," jelasnya.

Sebagian perusahaan-perusahaan tersebut kemudian diambila alih perusahaan luar negeri lainnya, tapi ada juga yang diambil alih perusahaan Australia.

Kawasan Australia Barat tetap menjadi pusat produksi emas, dan hingga saat ini masih memproduksi sekitar 70-75 persen emas Australia, lanjut Pollock.

Ia nampak ragu untuk memprediksi apa yang akan terjadi di kwartal Maret, dikarenakan kwartal tersebut terbilang pendek dibanding kwartal Desember.

"Biasanya ada badai di kwartal Maret, yaitu kwartal pertama dalam satu tahun, dan itu bisa mengganggu operasi. Saya tak akan terkejut bila produksi menurut di kwartal yang tengah berjalan," komentar Pollock.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement