Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Seorang Pria Tewas Digigit Hiu di Byron Bay Australia

Selasa 09 Sep 2014 12:12 WIB

Red:

abc news

abc news

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Seorang pria tewas akibat serangan  hiu di Byron Bay, sekitar 770 km dari Sydney, Australia, Selasa (9/9). Menurut keterangan polisi, pria tersebut ditemukan tewas sekitar pukul 10.45 pagi, Selasa (9/9/2014) setelah jasadnya tampak terapung di tepi pantai.

Serangan hiu itu juga membuat korban menderita cedera sangat serius di kaki kanannya. Polisi mengatakan, korban adalah warga setempat dan sudah berhasil diidentifikasi oleh anggota keluarganya. Tidak disebutkan umur pria tersebut.

Diperkirakan korban berada di Pantai Clarkes sendirian ketika serang hiu itu berlangsung. Beberapa orang menemukannya berusaha melakukan pernapasan buatan, namun kemudian dihentikan ketika polisi datang.

https://publisher.radioaustralia.net.au/sites/default/files/images/2014/09/9/byron bay shark attack.jpg

Korban menderita cedera serius di kaki kananya. (Photo: ABC News)

Menurut seorang petugas ambulans yang datang kemudian, besar kemungkinan bahwa pria tersebut sudah menderita gagal jantung ketika masih berada di dalam air.

Salah seorang saksi mata, Daniel Toole (26 tahun) mengatakan bahwa dia sedang melakukan surfing ketika melihat beberapa orang yang berteriak agar dia segera menepi."

"Beberapa orang berusaha menolong dan membawanya ke tepi pantai, dan memberikan pernapasan buatan."

Polisi mengatakan bahwa seorang ikan hiu tampak berada di kawasan tersebut sebelum serangan terjadi. Kini kawasan tersebut ditutup selama 24 jam guna menghindari kemungkinan terjadinya korban tambahan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA