Senin 15 Jun 2015 16:16 WIB

Tiga Wanita Pengunjung Kebun Binatang Perth Terkunci

Red:
Petugas tidak mengetahui adanya tiga pengunjung yang masih berada di dalam kebun binatang Perth saat penutupan Ahad (14/6) kemarin..
Foto: Supplied: Perth Zoo
Petugas tidak mengetahui adanya tiga pengunjung yang masih berada di dalam kebun binatang Perth saat penutupan Ahad (14/6) kemarin..

REPUBIKA.CO.ID, PERTH -- Tiga wanita pengunjung Kebun Binatang Perth di Australia Barat harus menelepon petugas layanan darurat. Pasalnya mereka masih berada di dalam kebun binatang tersebut padahal pintu sudah terkunci.

Seorang juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran dan Layanan Darurat (DFES) mengatakan masih belum jelas mengapa tiga orang tersebut berada di dalam kebun binatang di saat jam tutup karena pengeras suara sudah memberitahu bahwa fasilitas tersebut akan ditutup pukul lima sore.

Juru bicara Kebun Binatang Perth Danielle Henry mengatakan besar kemungkinan tiga wanita tersebut sama sekali tidak mendengar pengumuman lewat pengeras suara bahwa sebentar lagi kebun binatang tersebut akan ditutup.

"Mereka juga tidak dilihat oleh petugas layanan pengunjung kami yang biasanya mengitari  kebun binatang untukmemberitahu semua pengunjung bahwa fasilitas akan ditutup," kata Henry baru-baru ini.

"Jadi akhirnya mereka terjebak dan harus menelpon polisi dimana polisi kemudian menelpon petugas keamanan kami untuk membukakan pintu untuk mereka."

Walaupun ada insiden ini, Henry mengatakan yakin bahwa tidak ada masalah dengan sistem keamanan di kebun binatang tersebut.

"Kami sangat yakin bahwa keamanan di kebun binatang sangat bagus." katanya.

"Sebenarnya di dalam kebun binatang ini petugas yang tinggal. Operasi kebun binatang ini sebenarnya 24 jam, karena ada orang yang berjaga di dalam," katanya.

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement