Selasa 31 Oct 2017 14:55 WIB

Perusahaan AS Dibayar Ratusan M Jika Bangkai MH370 Ditemukan 90 Hari

Rep: Adam Harvey/ Red:
abc news
abc news

Sebuah perusahaan Amerika Serikat (AS) akan dibayar antara 20 juta dolar AS hingga 70 juta dolar AS (atau setara Rp 260 miliar-910 miliar) jika mereka menemukan jejak pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, dalam waktu 90 hari sejak awal dimulainya pencarian baru.

Australia akan memberikan bantuan teknis untuk pencarian yang dilakukan oleh perusahaan eksplorasi laut, Ocean Infinity, namun tidak akan memberikan kontribusi bayaran jika pesawat tersebut ditemukan.

Wakil Menteri Perhubungan Malaysia mengatakan, Kabinet negara tersebut "pada prinsipnya" telah menerima sebuah tawaran dari Ocean Infinity untuk melakukan pencarian pesawat di area seluas 25 ribu kilometer persegi.

Ocean Infinity menawarkan untuk mencari bangkai pesawat MH370 dengan basis "no-find, no-fee" atau mereka tak akan dibayar jika tak ada temuan.

Wakil Menteri Perhubungan Datuk Ab Aziz Kaprawi mengatakan bahwa sejumlah Menteri di Kabinet Malaysia telah sepakat "untuk menyiapkan alokasi khusus kepada Kementerian Perhubungan sebesar 20 juta dolar AS hingga 70 juta dolar AS (atau setara Rp 260 miliar-910 miliar) jika bangkai pesawat MH370 berhasil ditemukan dalam waktu 90 hari".

Menteri Transportasi Australia, Darren Chester, mengatakan Australia, atas permintaan Malaysia, akan memberikan bantuan teknis kepada Pemerintah Malaysia dan Ocean Infinity. Dari informasi yang dihimpun ABC, Australia tidak akan memberi kontribusi pembayaran apapun kepada Ocean Infinity.

Ocean Infinity akan fokus untuk melakukan pencarian dasar laut di daerah yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh para ahli sebagai lokasi kemungkinan berikutnya untuk menemukan MH370, tepat di sebelah utara area pencarian awal.

MH370 lenyap dari layar radar pada 8 Maret 2014, dengan 227 penumpang dan 12 awak pesawat. Analisis data satelit menunjukkan pesawat itu telah terbang selama enam jam setelah kontak hilang. Pencarian sonar dasar laut dihentikan pada bulan Januari tahun ini setelah gagal menemukan puing-puing pesawat terbang itu.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement