Senin 27 Nov 2017 10:19 WIB

Peringatan Penerbangan ke Bali Dinaikkan ke Level Tertinggi

Rep: Adam Harvey/ Red: Budi Raharjo
Penumpang pesawat di Bandara.
Foto: ABC news
Penumpang pesawat di Bandara.

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR -- Pihak berwenang telah meningkatkan peringatan penerbangan di sekitar Bali ke level tertinggi menyusul pergeseran awan abu vulkanik yang menutupi bandara di pulau Lombok. Pembatalan penerbangan berdampapk pada ribuan penumpang.

Dari Australia, Air Asia adalah maskapai yang paling terbaru membatalkan penerbangannya, setelah Jetstar dan Qantas. Staf di pusat pemantau gunung berapi menjelaskan letusan Gunung Agung tidak hanya menyemburkan bebatuan namun magma kini telah mencapai permukaan gunung berapi tersebut.

Sejauh ini belum ada perintah evakuasi baru atau perluasan zona larangan terbang di pulau ini. Penerbangan bagi sekitar 5.000 penumpang dibatalkan pada hari Minggu dan 2.500 turis lainnya tidak dapat masuk ke Bali karena pesawat mereka dialihkan atau tidak pernah lepas landas. Hal yang sama bisa terjadi pada hari Senin (27/11).

Diperkirakan gunung berapi tersebut akan terus meletus. Badan pengelola bencana mengatakan, letusan kali ini tidak lagi bersifat "freatik", yaitu letusan yang dipicu oleh air yang menyentuh batuan sangat panas dan biasanya berdurasi singkat.

Dijelaskan, letusan kali ini merupakan ledakan magmatik, yang berarti letusan yang disebabkan oleh lahar yang memaksa jalan ke permukaan.

Semburan bebatuan mengarah ke tenggara Gunung Agung, telah memaksa penutupan bandara Lombok sampai pukul 6:00 pagi (waktu setempat) pada hari Senin.

Persiapan Bandara Ngurah Rai

Hal ini juga telah mempengaruhi beberapa jalur penerbangan ke Denpasar dan menciptakan komplikasi bagi pengendali lalu-lintas udara yang mengarahkan pesawat menjauh dari awan abu vulkanik. Status siaga penerbangan untuk Bali telah diubah dari "oranye" menjadi "merah" namun bandara akan tetap terbuka sampai debu vulkanik mempengaruhi bandara.

"Begitu bandara menemukan jejak abu vulkanik, kami akan menutupnya untuk penerbangan," kata Herson, kepala Bandara Ngurah Rai.

Menurut dia, pihaknya sedang mempersiapkan skenario terburuk yaitu penutupan total yang disebabkan oleh awan abu yang bergeser. Jika hal itu terjadi, 50 ribu penumpang per hari diperkirakan akan terjebak di Bali.

"Yang juga dipersiapkan aadalah bandara terdekat, dimana pesawat yang tidak bisa sampai ke Ngurah Rai telah mendarat," kata Herson.

"Keenam bandara terdekat termasuk Surabaya, Makassar dan beberapa lainnya yang siap untuk mendukung Ngurah Rai, kalau-kalau terjadi penutupan segera," ujarnya.

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/peringatan-penerbangan-ke-bali-ditingkatkan-ke-level-tertinggi/9196790
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement