Jumat 21 Sep 2018 04:04 WIB

Panda di Kebun Binatang Australia Disuguhi Video Porno

Video porno disuguhkan agar panda raksasa mau kawin secara alami.

Red: Nur Aini
Panda raksasa Cina (ilustrasi)
Panda raksasa Cina (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ADELAIDE -- Pengelola Kebun Binatang Adelaide bertarung dengan waktu untuk membuat kedua panda raksasa mereka, Wang Wang dan Fu Ni, kawin. Ketika upaya mencomblangkan keduanya untuk kawin secara alami gagal, mereka menjajaki penggunaan video porno untuk membangkitkan libido kawin satwa itu.

Harapan seluruh staf dan petugas di Kebun Binatang Adelaide agar kedua ekor panda peliharaan mereka Wang Wang dan Fu Ni segera kawin kembali pupus. Setelah segala sesuatunya dilakukan untuk membuat perkawinan alami terjadi, baik Wang Wang dan Fu Ni ternyata tidak kunjung menunjukkan hasrat untuk kawin.

Dokter hewan senior dan kepala mak comblang, Ian Smith menjelaskan jendela singkat kesuburan pada satwa panda yang hanya berlangsung selama 36 jam dalam setahun berakhir tanpa Wang Wang dan Fu Ni berhasil kawin. "Tahun ini adalah peluang yang paling nyaris bagi kami untuk memiliki kedua panda itu bisa kawin secara alami," kata Ian Smith.

"Wang Wang terlihat sudah sedikit lebih dominan (dan) dia sudah mengambil posisi, tapi saya pikir Fu Ni mungkin menghendaki lebih banyak rayuan dan sedikit lebih banyak waktu.

"Kalau saja itu proses kawin keduanya semudah menyodorkan bunga dan cokelat."

Video porno panda

Kebun binatang Adelaide sedang berusaha memahami mengapa kedua panda peliharaan mereka bersikeras menjaga hubungan mereka tetap bersifat platonis.

Ian Smith mengatakan Adelaide adalah satu-satunya kebun binatang di dunia di luar Cina yang telah menerima sepasang panda yang belum dewasa dan belum matang secara seksual. "Mereka tiba sebagai panda yang sangat tidak berpengalaman. Mereka mungkin tidak pernah melihat hal semacam itu terjadi sehingga sedikit seperti kisah 'The Blue Lagoon'," kata Smith, mengacu pada film di era 1980-an.

Jadi kawin bukanlah tugas yang mudah bagi panda yang belum berpengalaman. Hal itu mengingat mereka adalah dua panda di belahan bumi selatan.

Mengingat kondisi iyu kebun binatang memutuskan untuk mengajari kedua panda raksasa mereka soal reproduksi melalui video porno satwa panda sedang kawin. Proses yang sudah banyak diterapkan di luar negeri untuk memicu libido panda.

"Anda bisa mendapatkan pornografi panda di TV, saya yakin jika Anda mencari di Youtube (Anda akan menemukannya), lakukan di komputer rumah Anda bukan di tempat kerja Anda."

Langkah itu ditempuh lantaran Kebun Binatang Adelaide sedang bertarung dengan waktu. Itu bukan karena persoalan jam biologi Wang Wang dan Fu Ni, tetapi lebih ke persoalan kontrak.

Cina menguasai kepemilikan semua panda di seluruh dunia, dan perjanjian dengan Kebun Binatang Adelaide selama 10 tahun akan berakhir tahun depan.

Direktur Kebun Binatang Adelaide, Elaine Bensted mengatakan kontrak untuk memelihara Wang Wang dan Fu Ni di Adelaide mencapai satu juta dolar AS setahun. Apakah kontrak itu akan dilanjutkan sangat tergantung pada dana dari pemerintah Persemakmuran yang berkelanjutan.

"Dana semacam itu di luar sumber daya kami, kami tidak bisa melakukan itu," kata Bensted.

"Tidak ada jaminan, tapi kami selalu mengatakan ingin menyimpan panda raksasa di Kebun Binatang Adelaide."

Inseminasi buatan

Sekali lagi harapan kebun binatang Adelaide untuk segera memiliki bayi panda yang lucu tampaknya harus diserahkan pada proses inseminasi buatan. Mereka sudah mencoba hal ini sebelumnya - tetapi tidak berhasil. Direktur Kebun Binatang Adelaide Elaine Bensted menjelaskan Adelaide tidak sendirian di sana.

"Di luar Cina, mereka benar-benar memiliki hasil yang sangat beragam [dengan inseminasi buatan]," katanya.

"Kebun Binatang Wina sangat sukses dengan perkembangbiakan panda, tetapi ada banyak kebun binatang lain yang belum mencapai kehamilan, meskipun memiliki panda dalam jangka waktu yang sama bahkan lebih lama dari Kebun Binatang Adelaide."

Meskipun memiliki sistem pencernaan karnivora, panda nyaris hanya mengkonsumsi bambu, terutama pada bagian akar, tunas, dan daun, menurut situs web China Highlight. Tidak mengherankan jika kehamilan panda juga tidak terlihat jelas.

"Jadi sekarang kita hanya duduk dan menunggu," kata Bensted.

"Sangat sulit untuk mengatakan kapan panda betina benar-benar hamil, jadi mulai sekarang kita memperlakukan dia seperti layaknya dia sedang hamil.

"Rata-rata usia kehamilan panda itu 4 – 4,5 bulan, tetapi ada beberapa di dunia yang hanya lebih dari tiga bulan dan satu yang mendekati 12 bulan setelah inseminasi.

"Mereka menantang hewan ini untuk berkembang biak di penangkaran."

Pengujian menunjukkan tidak ada hambatan biologis terhadap Fu Ni dan Wang Wang untuk bereproduksi secara alami, karena keduanya dinyatakan subur.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2018-09-20/pornografi-panda/10288002
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement