Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Seorang Terapis Pijat Dipenjara karena Cabuli Pasien

Selasa 15 Oct 2013 16:10 WIB

Red:

Zoran Zivanovic, terapis yang dipenjara karena pelecehan

Zoran Zivanovic, terapis yang dipenjara karena pelecehan

SYDNEY -- Seorang terapis pijat dari Australia Barat dijebloskan ke penjara menyusul aksi cabul dan serangan seksual terhadap pasien terapisnya.

Zoran Zivanovic, 56 tahun, kini menjalani sidang di Pengadilan Negeri setempat selama sepekan terakhir dengan tuduhan mencabuli tujuh perempuan yang dilakukan dalam rentang waktu November 2011 dan Juni tahun lalu.

Zivanovic berprofesi menjajakan klinik pijat dari rumah ke rumah dan sebagian besar aksi kejahatannya dilakukan di rumah para perempuan korban.

Terdakwa  Zivanovic sendiri membantah melakukan serangan seksual.

Melalui pengacaranya, Belinda Lonsdale, di persidangan mengungkapkan apa yang dilakukan Zivanovic seperti menyentuh payudara atau daerah genital diperlukan sebagai bagian dari terapi pengobatan.

Lonsdale menggambarkan kalau kliennya sangat antusias dan secara professional membantah melakukan hal yang tidak pantas.

Juri berunding selama empat jam sebelum akhirnya menemukan pria  itu bersalah atas 11 tuduhan.

Zivanovic hanya terbebas dari dua dakwaan.

Salah seorang perempuan korban yang berada di persidangan langsung menangis di ruang galeri publik setelah vonis dibacakan.

Karena laporan perempuan itulah, polisi melakukan penyidikan terhadap Zivanovic.

Hakim Stephen Scott mengatakan kepada Zivanovic tentang keharusan hukuman penjara buat dirinya.

Zivanovic dijebloskan dalam tahanan Zivanovic sampai ada vonis yang rencanya akan disampaikan pada bulan Desember mendatang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA