Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Rencana Pembangunan Hotel Terapung di Darwin Ditolak

Sabtu 23 Nov 2013 06:24 WIB

Red:

Hotel terapung

Hotel terapung

DARWIN -- Para pemilik dari sebuah hotel terapung dengan 300 tempat tidur yang diusulkan untuk dibangun di Frances Bay di Darwin mengatakan, mereka akan menemui Menteri Utama Northern Territory setelah rencana mereka ditolak.

Pihak otoritas pembangunan, Development Consent Authority (DCA), telah menolak hotel dengan fasilitas lengkap itu, yang sedianya dimaksudkan untuk menampung para pekerja proyek bangunan yang sedang booming di Wilayah Utara selama tiga tahun mendatang.

Rick Newland dari Bibby Maritime mengatakan, pihaknya sedang mempelajari berbagai opsi legal dan politik.

Newland mengatakan, ia akan berusaha menemui Menteri Utama Adam Giles.

Menurutnya, kurangnya akomodasi pekerja dan turis di Darwin akan semakin memburuk setelah usul pihaknya untuk membangun sebuah hotel terapung dengan 300 tempat tidur di Pelabuhan Darwin ditolak. 

Koran Northern Territory News melaporkan, kata Newland, perusahaan gas raksasa ConocoPhilips sudah memesan 500 kamar hotel di daerah Darwin untuk enam minggu selama musim kemarau mendatang.

Dikatakannya, ini akan memperburuk kekurangan akomodasi untuk turis.

Bibby Maritime sudah mempunyai sebuah hotel terapung di Pulau Manus, Papua Nugini.

Hotel itu disewa oleh Depatemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan Australia untuk menampung para pekerja di pusat detensi di pulau tersebut. 

Dinas Priwisata Wilayah Utara mengatakan, perusahaan-perusahaan sumber alam yang memesan kamar hotel untuk ratusan pekerja menyebabkan harga untuk turis di Darwin naik.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA