Rabu 24 Sep 2014 22:09 WIB

Astagfirullah, Masjid Muslim Indonesia di Brisbane Jadi Sasaran Vandalisme Anti-Muslim

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, BRISBANE -- Masjid milik komunitas Muslim Indonesia di Brisbane Selatan menjadi sasaran aksi vandalisme. Pelaku menuliskan kalimat bernada hinaan di sepanjang pintu masuk masjid tersebut.

Kalimat bertuliskan 'mati(die) dan "Muslim adalah iblis dan tidak menghormati cara kami (Muslims are evil and have no respect for our ways) itu dituliskan dengan cat semprot di pintu masuk masjid milik komunitas Muslim Indonesia di Rocklea.

Pemimpin komunitas muslim dan polisi mendapatkan laporan insiden ini pada Rabu (23/9) malam.

Sebuah tim forensik dari kepolisian setempat sudah mulai melakukan investigasi. Ini merupakan kedua kalinya rumah ibadah kaum Muslim di Queensland menjadi sasaran aksi vandalisme dalam kurun waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sebelumnya masjid di  Mareeba,  Utara Jauh Queensland juga mendapat serangan vandalisme Jum'at (19/9) lalu.

Presiden Komunitas Islam Indonesia di Queensland,  Hamid Mawardi memuji respons cepat kepolisian Queensland dalam menindaklanjuti serangan vandalisme di Masjid Rocklea. Mawardi mengaku tidak mengetahui sama sekali pelaku serangan vandalisme tersebut yang kemungkinan 'hanya anak-anak'.

"Saya rasa ini hanya salah persepsi saja - kami tinggal di Australia dan karena itu kami adalah warga Australia juga," katanya.

"Saya sudah tinggal di sini selama 4 tahun dan kami hidup damai dan bahagia dan siapapun pelaku serangan ini, kami mohon hormati kami sebagai warga Australia juga." demikian pinta Mawardi.

Polisi meminta warga tenang

Pada Rabu Sore, komisioner kepolisian Queensland, Ia Stewart menyerukan agar warga tenang dan bersikap saling menghormati dalam menyikapi meningkatkan keprihatinan terkait ancaman yang dilakukan oleh kelompok teroris ISIS.

Berbicara usai insiden di Melbourne Selasa malam dimana seorang yang tengah menjadi sasaran penyelidikan ditembak mati oleh aparat, dan juga sejumlah operasi penyergapan kontra-teroris yang berlangsung di Sydney dan Brisbane Selatan dalam beberapa pekan terakhir.

Stewart mengatakan dia telah menemui pimpinan komunitas Muslim di Brisbane dan mengatakan polisi akan melakukan tindakan yang diperlukan untuk memastikan keamanan warga Muslim.

"Kami memiliki pandangan kuat kalau kelompok teroris ISIS itu bukan berdasarkan agama atau budaya, tapi melainkan hanya berdasarkan pada persepsi yang mungkin berlangsung di sejumlah komunitas Muslim yang memiliki kaitan dengan para pelaku dari kejahatan keji yang dilakukan ISIS," paparnya.

"Mereka hanya orang-orang yang tidak menghormati kita maupun penganut agama dan kelompok agama  tertentu,"

Ian Stewart mengatakan polisi akan menyewa lebih banyak petugas polisi muslim berizin untuk memperbaiki komunikasi di dalam masyarakat," katanya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement