Selasa 27 Sep 2016 16:09 WIB

Intelijen Australia Khawatirkan Afiliasi ISIS di Asia Tenggara

Nick Warner mengatakan lembaga keamanan perlu beradaptasi dan berubah.
Foto: abc
Nick Warner mengatakan lembaga keamanan perlu beradaptasi dan berubah.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kepala Lembaga Intelijen Luar Negeri Australia mengatakan kelompok garis keras Islam di Asia Tenggara, terutama di Filipina Selatan menjadi kekhawatiran nasional yang terus berkembang.

Kepala Badan Intelijen Rahasia Australia (ASIS) Nick Warner adalah satu-satunya petinggi ASIS yang pernah berbicara secara terbuka kepada publik selama 60 tahun lembaga tersebut beroperasi. "Di halaman belakang Australia di Asia Tenggara sekarang ada afiliasi ISIS, di Indonesia, di Filipina Selatan," katanya dalam sebuah diskusi panel di Washington.

"Tahun ini ada empat serangan teroris berskala kecil dan cukup putus asa, namun keinginan untuk melakukan serangan ada begitu juga dengan ideologi terorisme,” katanya.

Warner mengingatkan kawasan di Filipina Selatan menjadi kekhawatiran khusus dan menurutnya kelompok garis keras Islam atau ekstremis tampaknya akan membangun cabang yang sepenuhnya mendukung ISIS disana. "Kawasan itu sangat mengkhawatirkan saya. Saya bisa melihat kawasan itu menjadi semacam magnet yang menarik mereka yang ingin menjadi jihadi dan bagi mereka yang kembali dari pemerintahan Islam (ISIS) jika nantinya berhasil dihancurkan,” katanya.

Warner mengatakan Ia tidak ragu yang disebut kekhalifahan Negara Islam Timur Tengah (ISIS) akan gagal pada waktunya.

Namun dia mengingatkan bahwa hal itu bisa kemudian diikuti oleh pemberontakan sunni yang berlarut-larut.

"Dan bahkan jika tidak diikuti oleh pemberontakan kelompok Sunni yang berlarut-larut, saya pikir ideologi Alqaidah dan ISIS telah menyebar terlalu jauh untuk dapat kita hancurkan dalam waktu dekat," katanya.

Warner mendapat tepuk tangan meriah atas responsnya terhadap pertanyaan apakah Australia mempercayai kebijakan berbagi intelijen dengan AS setelah pembocoran informasi yang dilakukan Edward Snowden. "Yang bisa saya katakan adalah saya masih kagum kalau ternyata masih ada perdebatan tentang hal ini di Amerika Serikat. Edward Snowden telah merusak keamanan nasional Anda dengan cara yang sangat signifikan.," katanya.

ASIS mengenali kebutuhan Australia untuk beradaptasi

Kepala Sekolah Tinggi Keamanan Nasional, Universitas Nasional Australia, Rory Medcalf mengatakan adalah wajar jika Asia Tenggara menjadi fokus perhatian Warner.

"Bagaimanapun juga Asia Tenggara adalah salah satu wilayah di dunia di mana badan-badan intelijen Australia dapat membuat perbedaan mendasar, sedangkan di Timur Tengah atau di tempat lain kami pada dasarnya hanya bagian dari upaya tim yang lebih luas. Jika Anda lihat dampak yang telah berhasil dilakukan Australia di masa lalu di Asia Tenggara, misalnya dalam penanggulangan pengeboman Bali, maka masuk akal untuk memfokuskan upaya kami di sana," katanya.

Medcalf mengatakan pernyataan Warmer ini sangat signifikan karena ia mengakui "perubahan dramatis" di lingkungan keamanan internasional. "Kalau lembaga intelijen Australia harus beradaptasi, jika kita akan [menjadi] sebuah negara yang bisa melindungi kepentingannya di masa depan," katanya.

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/badan-intelejen-australia-khawatirkan-afiliasi-isis-di-asia-ten/7879194
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement