Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Sapi Australia untuk Kebutuhan 2017 Mulai Dikirim ke Indonesia

Selasa 31 Jan 2017 10:03 WIB

Red: Ani Nursalikah

Hewan ternak asal Australia saat berada di sebuah peternakan penggemukan sapi di Jakarta, Indonesia.

Hewan ternak asal Australia saat berada di sebuah peternakan penggemukan sapi di Jakarta, Indonesia.

Foto: ABC

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Perusahaan peternakan sapi terbesar kedua di Australia, Consolidated Pastoral Company (CPC), mulai melakukan pengiriman ternak ke Indonesia untuk kebutuhan 2017. Sekitar 1.200 ekor sapi meninggalkan Townsville pekan lalu dengan tujuan lokasi penggemukan sapi milik CPC di Lampung.

Menurut CEO CPC Troy Setter pengiriman ini diharapkan menandai dimulainya sukses tahun ini bukan saja di 18 lokasi peternakan mereka di Australia namun juga di dua lokasi penggemukan sapi mereka di Indonesia.

"Tahun ini bermula dengan baik. Yang jelasnya, jauh lebih mudah memproses izin impor di Indonesia tahun ini," jelas Setter kepada Matt Brann dari ABC Rural.

"Proses aplikasi secara online berjalan baik dan izinnya pun diterbitkan relatif cepat. Secara administratif ini merupakan awal yang positif," katanya.

"Ada juga pembicaraan mengenai perluasan spesifikasi ternak sapi yang bisa masuk ke Indonesia, yang tentunya kami anggap sangat positif," tambah Setter.

"Ada upaya yang sedang berjalan untuk menaikkan ketentuan ukuran berat 350 kilogram menjadi 450 kilogram, yang akan memungkinkan kami menambah berat ternak dan menjadikan biaya pengirimannya lebih kompetitif dan lebih mudah secara logistik," katanya.

Setter mengatakan musim hujan membuat lebih mudah mendapatkan ternak dari Townsville pada bulan Januari, tapi CPC telah merencanakan pengiriman dari Darwin mulai Februari serta darin Wyndham di Australia Barat, mulai bulan April.

Tantang Protokol Sapi Pembibitan

Menurut Setter, pemberlakuan protokol sapi pembibitan di Indonesia, yang mensyaratkan dari enam ekor sapi impor, satu ekor harus berupa sapi pembibitan, merupakan tantangan bagi CPC dan peternakan penggemukannya di Sumatra. "Masih terlalu dini dan kami memiliki waktu hingga akhir 2018 untuk diaudit sehingga kami mempelajari proses dan logistiknya," katanya.

"Spesifikasi untuk sapi pembibitan sangat ketat dan membatasi jumlah sapi pembibitan di Australia yang bisa dikirim ke Indonesia," tambahnya lagi.

"Sangat mahal untuk memelihara sapi pembibitan di peternakan untuk penggemukan. Tidak begitu ekonomis," kata Setter.

"Kami telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan Australia terkait inisiatif dalam meningkatkan produksi sapi pembibitan mereka dan di saat bersamaan tetap memungkinkan perdagangan sapi penggemukan ke Indonesia bisa berjalan," tuturnya.

Setter mengatakan pengiriman ternak CPC dari Townsville tidak mengangkut sapi pembibitan, namun hal itu akan dilakukan pada dari Darwin di Februari.

Diterbitkan Pukul 11:00 AEST 30 Januari 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris di sini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA