Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Pekerja Perusahaan Percetakan Uang Australia Mogok Kerja

Jumat 25 Mei 2018 20:27 WIB

Red: Nur Aini

Bendera Australia.

Bendera Australia.

Foto: abc
Pekerja NPA menuntut kenaikan upah 3,5 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Karyawan perusahaan percetakan uang kertas di Australia melakukan aksi mogok kerja menuntut kenaikan upah yang lebih besar.

Para pekerja di Note Printing Australia (NPA), sebuah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh bank sental Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA), mulai berhenti bekerja pada Jumat (25/5). Mereka menuntut kenaikan gaji sebesar 3,5 persen, dari tingkat rata-rata 2 persen yang ditawarkan bank sentral.

"Jika penting untuk mengangkat upah di seluruh ekonomi maka ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi bank sentral untuk menunjukkan kepemimpinannya," kata Tony Piccolo, sekretaris regional divisi cetak di Serikat Pekerja Manufaktur Australia.

Dengan pertumbuhan upah di Australia yang saat ini lesu, Gubernur bank sentral Australia (RBA) Philip Lowe baru-baru ini meminta para pekerja untuk menuntut kenaikan gaji yang lebih besar. Dia mengatakan bahwa upah tahunan rata-rata harus sekitar 3,5 persen untuk mencapai inflasi rata-rata 2,5 persen sesuai target bank. Terakhir kali tingkat upah karyawan mengalami pertumbuhan sebesar 3,5 persen adalah pada kuartal ketiga 2012.

Tony Piccolo mengatakan hal itu adalah pertama kalinya dalam kurun waktu 107 tahun pencetakan uang kertas Australia terganggu oleh aksi karyawannya. RBA menolak mengomentari masalah yang sedang berlangsung, termasuk apakah pemogokan akan berdampak pada ketersediaan mata uang.

Tony Piccolo mengatakan serikat pekerja dipersiapkan untuk memperpanjang pemogokan jika manajemen NPA tidak kembali ke "meja perundingan" minggu depan.
NPA memiliki satu-satunya fasilitas pencetakan di Melbourne. Selain uang kertas Australia,  perusahaan tersebut juga mencetak mata uang untuk bank sentral lainnya dengan menggunakan teknologi substrat polimernya.

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2018-05-25/pegawai-percetakan-uang-australia-mogok-kerja/9802130
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA