Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Berwisata di Kota Australia Ini Bisa Pakai Bitcoin

Selasa 05 Jun 2018 19:52 WIB

Red: Nur Aini

Bitcoin.

Bitcoin.

Foto: Reuters/Benoit Tessier
Agnes Water-1770 menjadi kota ramah mata uang digital pertama di Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, QUEENSLAND -- Lebih dari 30 gerai usaha di Agnes Water dan Kota 1770 di Central Queensland saat ini menerima mata uang kripto (cryptocurrency) sebagai alat pembayaran. Masyarakat di kota pantai itu menamakan diri sebagai kota turis yang "ramah mata uang digital” pertama di Australia.

Tujuannya adalah untuk menarik ceruk pasar wisatawan internasional. Mereka dapat membayar berbagai produk dan jasa dengan mata uang digital seperti bitcoin yang dapat dikonversi ke dolar Australia.

Agen real estat setempat, Gordon Christian mengatakan dia berhasil mendapatkan dukungan dari para pengusaha setempat untuk merangkul teknologi mata uang digital ke kota mereka. Hal itu guna meningkatkan industri utama di wilayah mereka yaitu pariwisata.

Gordon Christian mengatakan strategi itu bertujuan menarik lebih banyak wisatawan ke daerah tersebut dan menarik alternatif wisatawan. Minggu ini, kelompok pengguna mata uang kripto dan turis dari Jepang akan bergabung dengan pengusaha setempat. Mereka akan meluncurkan kampanye mata uang digital kota ini, yang sudah dipromosikan pada papan iklan penyambutan pengunjung.

Sistem keuangan baru

 

Mulai dari kafe di Launceston, Tasmania hingga penata rambut di Burleigh di Queensland Gold Coast, para penjual batu bata dan semen di seluruh Australia secara bertahap mulai menerima mata uang digital. Mata uang dibeli secara online dan dienkripsi menggunakan teknologi data yang dikenal sebagai blockchain.

Mata uang digital telah menjadi alat pembayaran yang sah pada Juli 2017 dan dolar Australia saat ini berada di urutan ke-18 dalam Volume Bitcoin dengan Indeks Mata Uang. Posisi itu jauh di belakang Yen Jepang, yang berada di puncak tangga di pasar yang terus berfluktuasi.

Minggu lalu, start-up Queensland, TravelbyBit meluncurkan aplikasi point-of-sale-nya yang memfasilitasi pembayaran dengan mata uang kripto di Bandara Brisbane. Terobosan itu membuat bandara Brisbane dikenal sebagai "bandara ramah-mata uang digital pertama di Australia".

Pelacakan di situs TravelbyBit menunjukkan beberapa transaksi di bandara setiap hari sejauh ini, bernilai antara 5 dolar hingga 55 dolar. CEO TravelbyBit, Caleb Yeoh mengatakan itu adalah hari-hari awal untuk mata uang digital, dan bahwa ada dukungan kuat terhadap mata uang digital dalam bentuk "gerakan sosial".

"Jika Anda bepergian ke seluruh dunia Anda harus berurusan dengan berbagai mata uang, nilai tukar bisa membingungkan, kadang-kadang Anda kesulitan untuk menemukan ATM, dan kadang-kadang Anda ditipu oleh penukaran uang. Bepergian dengan satu mata uang global seperti Bitcoin ... masuk akal."

Dia mengatakan teknologi blockchain mampu melindungi pedagang dari biaya penipuan kartu kredit.

"Blockchain memiliki kemampuan untuk membuat transaksi lebih transparan dan efisien ... Saya pikir itu adalah jalan masa depan."

Adopsi mata uang kripto di regional Australia

Di Agnes Water-1770, Gordon Christian mulai melirik mata uang digital ketika kliennya, yang juga seorang pemilik bisnis. Ia mencari tahu bagaimana cara memproses bitcoin dari seorang pelanggan.

Gordon Christian kemudian mengetahui kalau mata uang digital juga sedang diluncurkan di Bandara Brisbane. "Saya pikir, ini sesuatu yang pantas untuk dipertimbangkan'."

Gordon Christian mengatakan membangun dukungan dari para pengusaha di kota kecil berpenduduk lebih dari 2.000 penduduk permanen itu tidak sulit.

"Kami mulai dari bawah ke atas, kami berbagi gagasan mengenai mata uang digital ini dengan beberapa pengusaha lokal dan mereka langsung setuju bergabung ... Saya kira itu karena mereka pada dasarnya juga adalah pelancong internasional juga dan telah mendengar tentang jenis pembayaran ini.

"Awalnya kami hanya memiliki 10 pengusaha yang sepakat bergaung dengan mengatakan , 'Baiklah - ayo lakukan saja'."

Gagasan ini kemudian menyebar di seluruh industri pariwisata di kota mereka dengan pertimbangan 'menjamu para pelancong digital di benak mereka. Tiga puluh satu bisnis di kota kini telah bergabung dalam kampanye itu, mulai dari resor dan hostel backpacker hingga perusahaan wisata, restoran, pub lokal, dan spa.

Menarik jenis wisatawan yang berbeda

 

Seiring dengan bermunculnya pertemuan para penggemar setia mata uang kripto dari seluruh dunia, terutama di negara-negara seperti Jepang dan Korea, Caleb Yeoh mengatakan Agnes Water-1770 memiliki potensi untuk memikat wisatawan dari Cairns, Sydney, dan Melbourne. Agnes Water-1770 mengklaim kota mereka sebagai kota ramah mata uang digital pertama di Australia

"Kami punya pedagang Bitcoin di seluruh Australia tetapi mereka sangat sporadis." (Agnes Water dan) Kota 1770 memiliki konsentrasi tertinggi, "kata Yeoh.

 

Ketika papan reklame bermunculan di dekat pusat kota Agnes Water, para penduduk setempat bercanda tentang "membeli umpan dengan bitcoin" di kota pantai yang sepi, lima jam berkendara ke utara Brisbane. Tetapi yang lain mengungkapkan kegembiraan dengan gerakan ini.

Gordon Christian mengatakan teknologi blockchain telah membuka "cara baru dalam melakukan bisnis di dunia, penyimpanan informasi, dan pelacakan logistik".

"Ini sebuah dunia baru."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2018-06-05/kota-ramah-bitcoin-pertama-di-australia/9833964
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA