Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Muslim Australia Gelar Doa Minta Hujan di Idul Adha

Rabu 22 Aug 2018 16:14 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Musim kering (ilustrasi)

Musim kering (ilustrasi)

Foto: Antara
Australia mengalami musim kering terburuk yang pernah diingat masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Sekitar 30 ribu Muslim Australia berkumpul di Sydney pada hari Selasa (21/8) untuk menggelar doa minta turun hujan. Langkah ini dilakukan muslim untuk mengakhiri musibah yang disebut kekeringan terburuk yang melanda Australia.

Para jamaah dari 16 mesjid berkumpul bersama dalam pertunjukan solidaritas dan persatuan dengan para petani dan lainnya yang terkena dampak kekeringan. Acara berlangsung untuk menandai Idul Adha atau Hari Raya Kurban.

Kampanye penggalangan dana juga diadakan untuk para petani yang terkena dampak. Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Muslim Lebanon (LMA) di Masjid Lakemba di Sydney barat.

"Sebagai satu keluarga Australia, kita semua perlu melakukan bagian kita dan berdiri dalam solidaritas dengan mereka yang membutuhkan," kata Samier Dandan, presiden LMA, dilansir di BBC, Rabu (22/8).

"Sekarang saatnya kita bersatu dan memperpanjang tangan kita dalam persahabatan dengan mereka yang sekarang menderita," katanya. 

Direktur LMA, Ahmad Malas mengatakan bahwa suasana di acara itu sangat positif. Menurutnya, sholat hujan sering dipanjatkan selama masa kekeringan.

Sebagian Australia saat ini berjuang dengan kondisi kekeringan ekstrem, seperti wilayah New South Wales (NSW), negara bagian yang paling padat penduduknya - dinyatakan terkena dampak kekeringan. Lebih dari separuh negara bagian tetangga, Queensland, juga mengalami kekeringan, sementara sebagian wilayah Victoria dan Australia Selatan juga mengalami kondisi kering.

Para petani sangat terpukul oleh kekurangan air yang parah. Sehingga menyebabkan mereka tidak dapat memberi makan ternak dan menyirami tanaman.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull telah memperingatkan bahwa negara itu telah menjadi "tanah kekeringan".

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA