Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Australia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Air Laut

Ahad 25 Nov 2018 20:29 WIB

Rep: Laura Gartry/ Red:

abc news

abc news

Turbin pasang surut air laut itu dipasang untuk pertama kalinya di Gladstone Port.

Australia kini semakin mengukuhkan diri sebagai negara terkemuka di sektor sumber energi kelautan. Sebuah turbin pasang surut air laut bahkan telah dipasang di Queensland dan siap memasok energi ke jaringan listrik.

Perusahaan-perusahaan Australia telah lama berusaha menemukan cara murah memanfaatkan gelombang pasang surut. Mereka mengujicobakan berbagai prototipe turbin pembangkit listrik di Tasmania, Sydney, dan bahkan di Jepang.

Dalam konferensi kelautan di Perth pekan ini terungkap, turbin pasang surut air laut itu dipasang untuk pertama kalinya di Gladstone Port. Menurut Douglas Hunt dari MAKO, perusahaan yang mengelola turbin tersebut, pantai-pantai di Australia banyak memiliki tiang dan dermaga sehingga sangat mendukung pembangkit listrik pasang surut.

"Penyimpanan baterai hanya perlu memperhitungkan ketersediaan waktu empat hingga enam jam tanpa listrik sebelum gelombang pasang berikutnya datang dan kembali mengisi baterai," jelasnya.

Hunt mengaku fokus perusahaannya saat ini adalah negara-negara di Asia Tenggara. "Kami melihatnya sebagai pasar yang sangat besar," katanya.

Arus pasang surut yang dapat diprediksi menjadi kelebihan sistem ini. Kasawan pelabuhan dengan koneksi jaringan listrik dianggap sangat ideal sebagai lokasi.

Percobaan yang dilakukan di Gladstone tersebut baru memasang satu turbin, namun pihak Gladstone Ports Corporation berencana memasang lebih banyak lagi.

 

CEO Gladstone Ports Peter O'Sullivan mengatakan prinsip turbin ini seperti baling-baling. "Diameternya sekitar dua meter," katanya.

"Ketika arus bergerak melalui pelabuhan baling-baling ini bergerak seperti turbin lainnya... sehingga menghasilkan listrik," jelas O'Sullivan.

Listrik tersebut lalu ditransfer melalui kabel ke ke penyedia listrik untuk didistribusikan ke jaringan setempat. Dia berharap dapat terus menambah jumlah turbin.

"Kami tahu seberapa kecepatan air bergerak melalui pelabuhan dan tahu seberapa besar daya listrik yang akan dihasilkan," jelas O'Sullivan.

Pembangkit listrik tenaga pasang surut, kata O'Sullivan, berbeda dengan pembangkit ramah lingkungan lainnya. Sebab pembangkit tenaga surya dan angin misalnya yang banyak dipengaruhi faktor gangguan cuaca.

Sementara pembangkit tenaga pasang surut bisa diprediksi setiap hari dalam setahun berapa besar energi yang akan dihasilkan.

O'Sullivan menjelaskan turbin ukuran 2-meter menghasilkan daya listrik untuk kebutuhan satu rumah tangga setiap hari. Pemasangannya pun murah dan bisa memanfaatkan infrastruktur yang ada.

Menurut Dr Irene Penesis dari University of Tasmania, turbin 1 megawatt dapat memasok listrik untuk 600 hingga 800 rumah tangga. Dr Penesis mengatakan rencananya pembangunan pembangkit ini bukan sekadar di daerah pelabuhan melainkan ke lokasi terpencil yang mengalami isu kekurangan listrik.

Ujicoba di Gladstone masih terus dipantau terkait dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkannya. "Sejauh ini belum ada bukti mengenai dampak negatif pada kehidupan laut," kata Dr Penesis.

 

Dr Mark Hemer dari lembaga penelitian CSIRO mengatakan Australia memiliki sumber daya energi laut terbarukan paling besar di dunia dengan gelombang pasang, energi ombak dan angin lepas pantai.

Lokasinya terutama di sepanjang pesisir barat-daya menuju Australia Utara, Queensland, dan Selat Torres. Dr Hemer mengatakan industri di wilayah laut dan pesisir Australia tumbuh tiga kali lebih cepat daripada sektor lainnya.

Dia memperkirakan pada akhirnya pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut ini akan turut memasok daya ke sistem kelistrikan yang ada.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA