Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Politikus Australia Minta Maaf Ancam Umat Islam di Medsos

Senin 07 Jan 2019 08:31 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kandidat Partai Liberal Nasional (LNP) Australia Phillip Thompson mengatakan dia ingin namanya bersih sebelum pemilihan Mei nanti.

Kandidat Partai Liberal Nasional (LNP) Australia Phillip Thompson mengatakan dia ingin namanya bersih sebelum pemilihan Mei nanti.

Foto: ABC
Dia mengaku mengalami gangguan stres pascatrauma.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Seorang kandidat anggota parlemen federal dari Partai Liberal Nasional (LNP) Australia terkenal meminta maaf atas komentar pedasnya di media sosial yang mengancam akan membahayakan umat Islam. Mantan tentara dan penerima penghargaan Tokoh Pemuda Australia Tahun 2018 asal Queensland Phillip Thompson mengunggah komentar pedasnya itu di akun Facebook miliknya pada 2012.

Unggahan iutu dilakukan setelah berlangsungnya protes keras di Sydney dalam menanggapi sebuah film yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai seorang paedofil. Thompson menyalahkan stres pascatrauma yang dialaminya setelah berdinas di kemiliteran atas ungkapan emosionalnya tersebut.

Baca Juga

Partai LNP mendukung Philip Thompson yang dicalonkan di negara bagian Herbet, townsville, Queensland yang merupakan kursi paling dikuasai Partai Buruh di negara ini. Phillip Thompson ketika itu memposting komentar di Facebook dan mengatakan "Saya paham apa yang dilakukan im (sic) pekan ini saya akan mengajukan izin penggunaan senjata " dan "beri saya M4 (senjata) dan kirim ke Sydney dan saya akan membereskan masalah itu (sic)".

Pada Sabtu (5/1) Thompson mengaku dia sedang berada dalam suasana emosi yang sangat buruk setelah diberhentikan dari militer. Ia juga dan merasa malu dengan komentarnya tersebut.

"Pada 2009 saya terluka di Afghanistan dan saya menjalani masa yang sangat gelap untuk mengobati diri saya sendiri melalui gangguan stres pascatrauma," katanya.

"Saya melihat beberapa ekstremis di TV melakukan unjuk rasa, menyerukan pemenggalan kepala, dan saya membuat komentar yang membuat saya malu dan sangat saya sayangkan. Saya sangat minta maaf atas kesusahan yang mungkin saya sebabkan dengan komentar saya," katanya.

photo

Phillip Thompson (kanan) merupakan penerima penghargaan Tokoh Pemuda Queensland Tahun 2018. (Supplied: Dimity Dornan)

Phillip Thompson mengatakan dia menghendaki unggahnya itu dihapus sebelum pemilihan. "Orang-orang Townsville layak untuk mengetahui siapa yang mereka pilih, mereka layak untuk mengetahui kisah buruk dan segala hal tentang kandidatnya. Komentar itu tidak mencerminkan siapa saya hari ini," katanya.

Wilayah pemilihan Herbert saat ini dipegang oleh senator dari Partai Buruh Cathy O'Toole, yang memenangkan kursi dengan 37 suara pada 2016. LNP menempatkan sumber daya yang cukup besar untuk merebut wilayah pemilihan ini dan Perdana Menteri Scott Morrison juga telah mengunjungi wilayah pemilihan ini bersama Phillip Thompson baru-baru ini.

Informasi yang didapatkan ABC mengatakan kantor Perdana Menteri mengetahui komentar Phillip Thompson ini sebelum ia menyampaikan permintaan maaf ke publik. "LNP menyadari perjuangan yang dihadapi Phillip Thompson saat menderita PTSD," katanya.

"Kita tahu dia membuat kesalahan yang dia sesali, tetapi yang lebih penting anggota kita telah mengenali pria yang telah menjadi ... dan tekadnya untuk melakukan segala yang dia bisa untuk orang-orang di Townsville."

Pemilihan federal berikutnya akan diadakan pada Mei dan diperkirakan pengusaha Clive Palmer juga akan mencalonkan diri untuk kursi pemilihan di Herbet.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

Ikuti berita-berita lainnya dari situs ABC Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA