Sabtu 09 Feb 2019 14:31 WIB

Banjir di Australia Tewaskan Ratusan Ribu Ekor Sapi

Sapi yang bertahan dari dampak banjir kini terancam kelaparan akibat terisolasi.

Banjir di Townsville, Australia, menimbulkan dampak besar pada industri peternakan negara ini. Banjir menyebabkan ratusan ribu sapi mati.
Foto: ABC
Banjir di Townsville, Australia, menimbulkan dampak besar pada industri peternakan negara ini. Banjir menyebabkan ratusan ribu sapi mati.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan ratusan ribu ekor sapi kemungkinan besar tewas akibat banjir bandang di Queensland pada awal Februari 2019. "Kami memperkirakan kehilangan ratusan ribu ekor ternak," katanya.

Hal itu disampaikan PM Morrison setelah membahas situasi banjir dengan Menteri Utama (Premier) Queensland Annastacia Palaszczuk, Jumat (8/2). Para peternak meminta pemerintah melakukan penyaluran pakan ke titik-titik yang terisolasi. Sapi-sapi yang bertahan dari dampak banjir kini terancam kelaparan akibat terisolasi.

Seorang peternak bernama Robert Chaplain yang memeriksa peternakannya di daerah Cloncurry mendapati kondisi memilukan. "Banyak ternak mati, namun ada beberapa yang selamat. Ini belum berakhir. Ada lokasi di mana seluruh peternakannya sekitar 40 ribu hektare lebih terendam air. Itu hanya satu peternakan," katanya.

Dia mengaku cukup beruntung jika 50 persen ternaknya bisa selamat. "Banyak yang melaporkan kehilangan 100 persen. Jumlahnya besar juga, bukan hanya ratusan ekor," ujarnya.

Michael Guerin dari Departemen Pertanian setempat menjelaskan masih terlalu dini untuk menyebutkan berapa ternak yang jadi korban, tapi jumlahnya pasti besar. Dia menyatakan kini fokus menyediakan pakan agar ternak-ternak yang selamat bisa bertahan hidup.

photo
Sapi-sapi yang tewas terjebak banjir di salah satu peternakan pada 8 Februari 2019. Facebook: Rae Stretton

Peternak lainnya William McMillan mengatakan penyaluran pakan sangat dibutuhkan bagi ternak yang kelaparan. "Sapi-sapi itu terjebak banjir di lahan kering yang dikelilingi air, dengan pakan yang sangat minim," jelasnya.

Dia menyebut tidak mungkin ternak-ternak ini akan lari ketakutan jika datang helikopter militer membawa pakan. "Mereka bahkan tidak bergerak karena sudah sangat kelelahan berdiri di lumpur dalam kondisi dingin. Sudah 11 hari sekarang," ujar McMillan.

Premier Annastacia Palaszczuk menyatakan kaget ketika menyaksikan hamparan ternak yang mati di salah satu peternakan yang dikunjunginya kemarin. "Menyaksikan ternak yang tak bergerak itu tersebar di lapangan, membuat kita merasa mual," ujar Premier Palaszczuk.

Kemarin dia mengumumkan kebijakan membantu para petani dan peternak di Queensland yang terdampak banjir. Mereka bisa mengajukan bantuan dana pemulihan hingga 25 ribu dolar AUD atau sekitar Rp 250 juta. PM Morrison mengumumkan tambahan dana 3 juta dolar AUD untuk layanan kesehatan mental bagi para korban banjir.

Simak berita selengkapnya dalam Bahasa Inggris di sini.

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2019-02-08/banjir-di-australia-tewaskan-ratusan-ribu-ekor-sapi/10794700
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement