Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Pembangunan Masjid di Sandwell Inggris Terancam Tertunda

Jumat 05 Apr 2019 14:00 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Masjid

Ilustrasi Masjid

Foto: Foto : MgRol112
Dewan Kota menolak rencana pembangunan masjid di Sandwell.

REPUBLIKA.CO.ID, SANDWELL – Rencana untuk mendirikan sebuah masjid di Sandwell, Inggris, tampaknya akan terkendala. Hal itu lantaran anggota dewan kota setempat kabarnya menolak rencana tersebut. 

Para pejabat mengatakan, keberadaan masjid bisa menimbulkan gangguan kebisingan dan membuat kemacetan di jalan raya sekitar masjid di Smethwick yang memang telah sibuk. 

Baca Juga

Pengajuan untuk mendirikan masjid datang dari Gambian Islamic Center. Lembaga ini ingin membuat tempat ibadah di tempat bekas kantor pengacara di Bearwood Road. 

Sebelumnya tahun lalu, pusat Islam ini juga pernah mengajukan hal serupa. Namun, rencana tersebut gagal.  

Kini, pusat Islam Gambian kembali mengajukan rencana untuk mengubah bangunan tersebut menjadi tempat ibadah. Bangunan tersebut nantinya bisa menampung sekitar 250 orang.   

Anggota Komite untuk Pusat Islam tersebut, Baba Njie, mengatakan kepada the Local Democracy Reporting Service bahwa dia memperkirakan kegiatan shalat Jumat akan menjadi lebih sempit. 

Selama hari-hari biasa dalam sepekan, hanya ada hingga 15 orang di gedung tersebut.  

"Pada hari Jumat, saya memperkirakan sekitar 70 hingga 80 orang akan menghadiri shalat dan banyak yang akan bepergian dengan transportasi umum atau berjalan kaki," kata Njie, dilansir dari BirminghamLive, Jumat (5/4).  

Namun dalam sebuah laporan kepada Komite Perencanaan Dewan Sandwell, para pejabat senior telah merekomendasikan penolakan. 

Mereka mengatakan, proposal tersebut kemungkinan akan menyebabkan masalah keselamatan jalan raya yang signifikan karena dampak kumulatif pada jaringan jalan. 

Hal itu sebagai akibat dari bangunan yang digunakan selama masa puncak tertentu, di mana parkir di luar jalan terbatas. 

"Keberadaan roperti perumahan cenderung menimbulkan gangguan kebisingan," kata komite tersebut. 

Anggota dewan akan memutuskan apakah pengajuan itu diterima atau ditolak pada pertemuan mereka pada 10 April mendatang. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA