Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Muslim di Australia Diminta tak Pilih Politisi Anti-Islam

Rabu 15 May 2019 12:31 WIB

Red: Nur Aini

Pemilih dalam pemilu Australia masih menggunakan pensil.

Pemilih dalam pemilu Australia masih menggunakan pensil.

Foto: abc
My Vote Matters mengeluarkan daftar parpol yang menyatakan benci Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Jelang pemilihan umum di Australia, salah satu unit kerja di Dewan Islam negara bagian Victoria mengeluarkan nama-nama politisi dan partai yang dianggap secara terang-terangan menyatakan kebencian mereka terhadap Islam.

My Vote Matters adalah sebuah inisiatif di bawah Islamic Council of Victoria (ICV) yang menyadarkan para pemilih Muslim mengenai pentingnya suara mereka dalam Pemilu. Kelompok yang digagas generasi muda Muslim ini berupaya menyediakan informasi dan studi yang membandingkan perbedaan kebijakan para caleg dan parpol, serta sebagai panduan untuk memilih.

ICV mengatakan Pemilu Australia yang akan digelar 18 Mei mendatang telah dirusak dengan menjamurnya partai-partai kecil dan kandidat yang secara terang-terangan -memiliki agenda anti-Islam.

"Bahkan dengan standar rendah yang digunakan dalam retorika politik Australia baru-baru ini, pernyataan yang memalukan dan penuh kebencian dari calon-calon wakil rakyat ini sangat menganggu," kata Mohamed Mohideen, Presiden ICV.

My Vote Matters mengeluarkan daftar parpol kecil yang dianggap kerapkali menyakiti hati warga Muslim dan perbandingan kebijakan dari tiga parpol utama di Australia. Sementara itu, setidaknya ada sembilan calon wakil rakyat yang dianggap sangat vokal dan terang-terangan menyatakan kebenciannya terhadap Islam.

Mereka adalah Jeremy Hearn dan Jessica Whelan yang pernah didukung Partai Liberal. Keduanya diminta mundur akibat memiliki rekam jejak menyatakan kebenciannya terhadap Islam di dunia digital.

Jessica pernah menulis agar Presiden Donald Trump memotong klitoris perempuan-perempuan yang mendukung Islam dan mengirimkan mereka ke negara-negara Muslim. Lain halnya dengan Jeremy Hearn yang mengatakan jika warga Muslim di Australia sebenarnya adalah orang jahat dan mereka menyembunyikan niat mereka yang sebenarnya.

Kemudian Jacinta Price, caleg dari Partai Liberal untuk kursi Kawasan Australia Utara juga masuk dalam daftar karena pernah mengomentari soal hukum syariah yang dianggapnya tidak menjunjung hak asasi manusia dan menyamakannya dengan hukum yang dianut suku Aborigin. Pauline Hanson yang kini menjabat sebagai senator juga masuk dalam daftar karena sejumlah pernyataan yang secara konstan menyerang umat Islam.

Begitu pula dengan Fraser Anning dari Partai Nasional Konservatif, yang pernah ditimpuk telur oleh seorang remaja.

Nama kandidat lainnya yang masuk dalam daftar adalah politisi berdarah Sri Lanka, Daniel Nalliah, pemimpin partai Rise Up Australia, yang juga seorang pastor Katolik.

Lalu Cory Bernadi yang kini menjadi senator mewakili Australia Selatan dari Partai Australian Conservatives serta Debbie Robinson dari partai kecil bernama Yellow Vest Australia juga masuk dalam daftar.

ICV mengatakan persentase warga Muslim cukup signifikan di lebih dari 30 daerah pemilihan dan meski memiliki kekhawatiran yang beragam, tetapi mereka ingin melihat adanya tindakan yang menentang kebencian dan fitnah terhadap keyakinan mereka.

Mangkir dari politik dianggap kejahatan

Sementara itu, Dr Ibrahim Abu Mohamad, Grand Mufti Australia yang memimpin Dewan Imam di Australia mengatakan sangatlah disayangkan jika warga Muslim tidak terlibat dalam proses berpolitik.

"Sayang sekali jika suara kita tidak dianggap berharga," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Jika kita tidak mengisi ruang politik Muslim di Australia, maka orang lain akan melakukannya untuk kita," Kata Dr Ibrahim.

Ia mengajak warga Muslim untuk secara berhati-hati memilih kandidat atau yang mewakili mereka dan mengatakan jika mangkir dari proses politik maka sama saja dengan "sebuah kejahatan terhadap umat Muslim dan agama Islam."

Dewan Imam Nasional Australia juga telah meminta agar 200 imam yang terdaftar di Australia memanfaatkan khutbah Jumat untuk menekankan pentingnya memilih dengan bertanggung jawab.

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia.

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2019-05-15/daftar-partai-dan-politisi-australia-anti-islam/11114996
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA