Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Salju Turun di Queensland

Sabtu 08 Jun 2019 06:16 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Andri Saubani

Bunga-bunga liar bermekaran di Queensland Barat setelah turun hujan di musim dingin.

Bunga-bunga liar bermekaran di Queensland Barat setelah turun hujan di musim dingin.

Foto: abc
Queensland merupakan wilayah subtropis di Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, QUEENSLAND -- Salju turun di wilayah Australia timur hingga ke daerah utara, Queensland yang merupakan wilayah subtropis. Biro Meteorologi Australia menyatakan, fenomena alam ini sangat langka sebab salju tidak pernah turun di Australia sejak 2015.

Biro Meteorologi Australia mengeluarkan peringatan cuaca buruk, termasuk di Sydney. Warga Australia diimbau untuk tetap tinggal di dalam rumah menyusul adanya hujan lebat dan angin kencang.

Ahli meteorologi, Lachlan Stone mengatakan, salju yang turun di Queensland disebabkan oleh udara yang lebih dingin dari selatan. Hal ini merupakan kejadian yang tidak biasa di negara bagian yang dikenal dengan iklim sub-tropis hingga tropis.

"Tetapi di selatan negara bagian itu, khususnya di dekat perbatasan New South Wales kondisinya merupakan pegunungan dan di daerah-daerah yang tinggi itu bisa menjadi sangat dingin," ujar Stone kepada BBC, Selasa (4/6).

Turunnya salju di Queensland menjadi topik pembicaraan di media sosial. Pihak berwenang mengatakan, salju juga telah turun di dekat kota Stanthorpe, sekitar 220 kilometer barat daya Brisbane. Stone mengatakan, kota tersebut memiliki suhu yang hampir beku.

Salju setinggi 5 cm juga menyelimuti wilayah Blue Mountains, sebelah barat Sydney. Hal ini membuat pihak berwenang melakukan penutupan jalan dan peringatan perjalanan. Biro cuaca menyatakan, angin kencang di sepanjang garis pantai New South Wales telah bertiup lebih dari 90 km/jam.

Angin ini akan memicu kondisi ombak besar, membuat aktivitas pesisir berbahaya," kata Biro Cuaca dalam pernyataannya.

Juni ditandai sebagai awal musim dingin di Australia. Negara ini baru saja mengalami musim panas ekstrem yang menyebabkan kekeringan, dan kebakaran hutan. Jajak pendapat oleh Lowy Institute menyatakan, dalam satu dekade terakhir warga Australia lebih peduli tentang perubahan iklim ketimbang isu lainnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA