Senin 07 May 2018 05:28 WIB

Polisi Temukan 45 Jasad di Desa Pedalaman Nigeria

45 jasad tersebut diduga korban dari upaya penyerangan terhadap Desa Gwaska

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Hazliansyah
Penemuan Mayat (ilustrasi)
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Penemuan Mayat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Kepolisian Nigeria menemukan total 45 jasad di desa Gwaska, bagian utara Nigeria. Ke-45 jasad ini diduga korban dari upaya penyerangan terhadap desa Gwaska yang masih belum diketahui dengan jelas alasannya.

"Kemarin kami menemukan 12 jasad, hari ini kami menemukan 33," ungkap komisioner polisi Kaduna, Austin Iwar, seperti dilansir Reuters.

Meski belum diketahui secara pasti mengapa desa Gwaska diserang, pihak kepolisian menilai penyerangan berkaitan dengan komplotan bandit. Desa Gwaska terletak di dekat area yang terkenal dengan para banditnya. Area hutan di sana memberi keuntungan bagi para bandit untuk bersembunyi dari penegakan hukum.

Sudah bertahun-tahun lamanya pihak kepolisian mengalami kesulitan untuk menghadapi komplotan-komplotan bandit ini. Dalam beberapa kasus misalnya, komplotan bandit ini berhasil mencuri ribuan ternak warga sekaligus melawan pasukan keamanan yang dikirim kepolisian.

Kasus penemuan 45 jasad ini merupakan satu dari beberapa kejadian yang mencerminkan rendahnya keamanan di beberapa bagian negara Nigeria.

Pada 2015 lalu, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari sebenarnya telah berjanji untuk menciptakan keamanan di negara tersebut. Akan tetapi Buhari mengalami kesulitan untuk memenuhi janji tersebut.

Beberapa pihak mempertanyakan rekam jejak Buhari dalam mengatasi beragam konflik yang menggerogoti Nigeria. Beberapa di antaranya adalah konflik Boko Haram, ISIS hingga bentrok antara petani dan penggembala di pedalaman yang mengakibatkan ratusan orang tewas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement