Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Presiden Buhari Berduka Atas Runtuhnya Gedung Sekolah

Kamis 14 Mar 2019 19:55 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah

Petugas darurat mencari korban yang terjebak dalam bangunan ambruk di Lagos, Nigeria, Rabu (13/3). Lebih dari 100 anak sekolah dasar tertimbun bangunan.

Petugas darurat mencari korban yang terjebak dalam bangunan ambruk di Lagos, Nigeria, Rabu (13/3). Lebih dari 100 anak sekolah dasar tertimbun bangunan.

Foto: AP Photo/Sunday Alamba
Sedikitnya sembilan orang tewas akibat runtuhnya bangunan sekolah di Lagos.

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Presiden Nigeria Muhammadu Buhari menyampaikan keprihatinannya atas runtuhnya bangunan yang d iantaranya menampung sebuah sekolah dasar di Ita-Faji, Lagos pada Rabu (13/3). Gedung tersebut memiliki tiga lantai dan akibat kejadian ini sejumlah korban jiwa berjatuhan.

Baca Juga

Buhari menyampaikan duka cita kepada para orang tua dan keluarga korban yang kebanyakan adalah anak-anak sekolah dasar. Sementara itu, ia juga mendokan korban yang terluka agar dapat segera pulih.

“Ini sangat menyedihkan, kami harus kehilangan jiwa-jiwa yang berharga, terutama mereka yang masih sangat muda,” ujar Buhari dalam sebuah pernyataan dilansir Xinhua, Kamis (14/3).

Buhari meminta pemerintah di negara bagian Lagos untuk melakukan segala hal yang diperlukan. Secara khusus, ia menekankan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Pihak berwenang melaporkan setidaknya sembilan jenazah ditemukan dalam reruntuhan bangunan di Lagos. Hingga saat ini, diyakini masih banyak korban yang terperangkap dan dikhawatirkan jumlah korban tewas bertambah.

Setidaknya ada 172 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut. Laporan terbaru mengatakan ada 50 orang yang diselamatkan dalam kejadian ini.   Belum diketahui apa penyebab dari runtuhnya bangunan tiga lantai yang menampung sekolah dasar tersebut. Penyelidkan masih dilakukan oleh pihak berwenang.

Meski demikian, kejadian serupa di Lagos kerap terjadi karena pemilik dan pengembang properti tidak sepenuhnya mematuhi ketentuan pendirian bangunan. Dalam kebanyakan kasus, pekerjaan konstruksi disebut menggunakan bahan di bawah standar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA