Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Hal yang Berubah di Afrika Selatan Pasca-Apartheid

Rabu 08 Mei 2019 09:16 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Turis sedang menikmati pemandangan di Cape Town, Afrika Selatan.

Turis sedang menikmati pemandangan di Cape Town, Afrika Selatan.

Foto: EPA
Afrika Selatan negara yang paling terindustrialisasi di benua Afrika.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG -- Afrika Selatan akan menggelar pemilihan umum parlemen dan provinsi, sekitar 25 tahun setelah pemilu semua ras pertama yang mengakhiri apartheid. Berikut beberapa hal yang menunjukkan keseimbangan etnis mengubah beberapa aspek ekonomi dan sosial sejak berakhirnya kekuasaan minoritas kulit putih pada 1994.

Kelas Menengah

Berdasarkan penelitian University of Cape Town dan kantor Pengawasan dan Evaluasi presiden pada 2014, hanya 20 persen warga Afrika Selatan yang masuk ke kelas menengah. Sekitar 50 persen diantaranya kulit hitam Afrika.

Artinya sebanyak 2,8 juta orang kulit hitam Afrika termasuk kelas menengah. Menurut penelitian profesor sejarah Colin Bundy yang mengajar di University of the Witwatersrand dan University of London, pada 1993 hanya ada 600 ribu kulit hitam yang masuk golongan kelas menengah.

Populasi Afrika Selatan pada 2018 sebesar 55,7 juta jiwa. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan pada 1994 sebesar 40,4 juta jiwa.

Perumahan

Berdasarkan data Departemen Pemukiman Manusia, lebih dari 25 tahun terakhir pemerintah Afrika Selatan menyediakan lebih dari 4,7 juta rumah untuk orang tua dan orang miskin kulit hitam. Sebelumnya, tidak ada rencana perumahan untuk kulit hitam. 

Tanah

Pada 2017, Institute of Poverty, Land, and Agrarian Studies melaporkan 67 persen tanah pertanian komersial adalah milik orang kulit putih. Jumlah itu sedikit berkurang daripada 1994 dimana 87 persen lahan pertanian swasta dikuasai kulit putih.

Pertumbuhan Ekonomi

Afrika Selatan negara yang paling terindustrialisasi di benua Afrika. Diperkirakan pada 2018 ekonomi mereka tumbuh 0,8 persen setelah pulih dari resesi di paruh pertama tahun tersebut ketika kekeringan melanda pertanian.

Tapi pemadaman listrik Eskom yang mempengaruhi banyak aktivitas terus berlanjut. Para pengamat menilai Afrika Selatan akan tumbuh 1,5 persen pada tahun ini.

Pengangguran

Berdasarkan Badan Stasistik Afrika Selatan pengangguran bertahan di angka 27 persen. Mengutip data dari Organisasi Pekerja Internasional (ILO), Bank Dunia mengatakan pada 1994 pengangguran di Afrika Selatan berada diangka 29,6 persen. 

Kepemilikan Saham Orang Kulit Hitam

Bursa saham Afrika Selatan Johannesburg Securities Exchange (JSE) mengatakan pada 2013 sebanyak 23 persen saham dari 100 perusahaan yang terdaftar milik orang kulit hitam. Peningkatkan kepemilikan saham dari 1994 dilakukan melalui skema pemberdayaan ekonomi orang kulit hitam. Skema tersebut untuk mengatasi pengucilan kulit hitam dari kepemilikan di bawah undang-undang apartheid dan mendapatkan dana pensiun, kredit dan asuransi seumur hidup.

Rentang Hidup

Bank Dunia mengatakan rentang hidup warga Afrika Selatan pada 2017 adalah 63,4 tahun. Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan pada 1994 yang hanya 61,8 tahun. Tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang perbedaan rentang hidup orang kulit hitam dan kulit putih.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA