Ahad 16 Sep 2018 06:16 WIB

Donald Trump akan Kenai Tarif Baru Barang Impor Asal Cina

Tarif baru untuk impor Cina mencapai Rp 2,9 triliun.

Red: Nur Aini
Donald Trump
Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengumumkan, paling cepat pada Senin, pengenaan tarif baru senilai 200 miliar dolar (sekitar Rp 2,9 triliun) atas barang-barang impor dari Cina.

Dalam laporan Wall Street Journal, Sabtu (15/9), tingkat tarif baru itu kemungkinan akan sekitar 10 persen. Tarif itu di bawah 25 persen yang diumumkan ketika pemerintahan Trump pertama kali mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan tarif tersebut. Akan tetapi, Gedung Putih belum memenuhi permintaan untuk memberikan tanggapan.

Pada Jumat, juru bicara Gedung Putih Lindsay Walters mengatakan Trump sudah menjelaskan bahwa ia dan pemerintahannya akan terus mengambil tindakan untuk menangani praktik perdagangan tidak adil yang dilancarkan Cina. "Kami mendorong Cina untuk menangani keprihatinan yang telah lama dinyatakan oleh Amerika Serikat," ujarnya.

Trump telah memerintahkan para pembantunya untuk menerapkan tarif walaupun Menteri Keuangan Steven Mnuchin sedang berupaya untuk memulai kembali perundingan perdagangan dengan Cina, kata seorang sumber kepada Reuters, Jumat. Namun, pada saat itu belum jelas kapan tarif tambahan akan mulai diterapkan.

Pemerintahan Trump menuntut Cina memotong surplus perdagangan sebesar 375 miliar dolar AS dengan Amerika Serikat. Cina juga diminta menghentikan kebijakan menyangkut praktik memperoleh teknologi-teknologi dan kekayaan intelektual AS serta menarik subsidi pada industri teknologi tinggi.

Tarif 200 miliar dolar AS itu dikenakan antara lain atas berbagai produk teknologi internet dan elektronik lainnya dan papan sirkuit cetak. Selain itu, tarif berlaku untuk barang-barang konsumen, dari tas hingga sepeda dan perabot rumah tangga.

Pada awal pekan ini, Kementerian Keuangan mengundang para pejabat tinggi Cina, termasuk Wakil Perdan Menteri Liu He, untuk melakukan pembicaraan. Hal itu dalam upaya menyelesaikan berbagai masalah perdagangan antara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu. Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan pihaknya menyambut baik undangan tersebut.

Namun, Trump kemudian memunculkan pertanyaan soal kelanjutan rencana pembicaraan itu. Trump mengatakan di Twitter bahwa ia tidak berada dalam tekanan untuk membuat kesepakatan dengan Beijing. Ia memperkirakan bahwa Amerika Serikat "akan segera mendapatkan pemasukan miliaran (dolar) dari tarif dan menjalankan produksi di dalam negeri. Kalau kita bertemu, ya bertemu saja?"

Pemerintahan Trump sudah membebankan pajak senilai 50 miliar dolar AS terhadap barang-barang dari Cina. Hal itu setelah ada penelitian soal praktik kekayaan intelektual Cina yang diterbitkan awal tahun ini.

Dengan tambahan 200 miliar dolar AS dan 267 miliar dolar AS lainnya, total impor Cina yang dikenai tarif akan mencapai 505 miliar dolar AS dari barang-barang yang diimpor Amerika Serikat dari Cina tahun lalu. Tahun ini, impor dari Cina hingga Juli naik hampir sembilan persen dari periode yang sama pada 2017, menurut data Biro Sensus AS.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement