Rabu 31 Oct 2018 20:34 WIB

Sekjen PBB Tunjuk Utusan Baru untuk Suriah

Diplomat Norwegia Geir Pedersen sebagai utusan khusus baru untuk Suriah.

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Esthi Maharani
Sekjen PBB Antonio Guterres.
Foto: EPA
Sekjen PBB Antonio Guterres.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres telah memberi tahu Dewan Keamanan PBB bahwa dia akan menunjuk diplomat Norwegia Geir Pedersen sebagai utusan khusus baru untuk Suriah. Pedersen saat ini menjabat sebagai duta besar Norwegia untuk Cina dan sebelumnya menjabat sebagai duta besar Norwegia untuk PBB.

"Saya memberitahu Anda tentang niat saya untuk mengumumkan penunjukan Geir Pedersen sebagai Utusan Khusus saya untuk Suriah. Dalam mengambil keputusan ini, saya telah berkonsultasi secara luas, termasuk dengan pemerintah Republik Suriah," tulis Guterres dalam sebuah surat.

"Pedersen akan mendukung partai-partai Suriah dengan memfasilitasi solusi politik yang inklusif dan kredibel, yang memenuhi aspirasi demokratis rakyat Suriah," tambah dia.

Guterres juga berterima kasih kepada Staffan de Mistura, yang tidak lagi menjabat sebagai utusan PBB untuk Suriah. Ia mengapresiasi de Mistura yang selama lebih dari empat tahun telah memberikan kontribusi untuk perdamaian di Suriah.

Para pemimpin Turki, Rusia, Perancis, dan Jerman telah melakukan pertemuan di Istanbul pada akhir pekan lalu. Mereka menyerukan solusi politik untuk perang dan gencatan senjata permanen di Idlib yang dikuasai pemberontak.

Pernyataan bersama mereka menyerukan agar sebuah komite dibentuk untuk menyusun rancangan konstitusi pasca-perang di Suriah sebelum akhir tahun. Komite juga akan membuka jalan bagi pemilihan umum yang bebas dan adil di negara yang dilanda perang itu.

Dilansir di Channel News Asia, konflik Suriah, yang dimulai dengan protes anti-pemerintah pada 2011, telah merenggut nyawa lebih dari 360 ribu jiwa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement