Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Terungkap, Kartu Putin Jadi Polisi Rahasia di Jerman Timur

Rabu 12 Des 2018 08:51 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Vladimir Putin

Vladimir Putin

Foto: AP/Ivan Sekretarev
Kartu polisi rahasia dibutuhkan untuk mengakses kantor Stasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kartu identitas milik Vladimir Putin sebagai polisi rahasia Jerman Timur ditemukan dalan arsip Stasi. Surat kabar Jerman Bild seperti dikutip The Guardian, melaporkan, kartu "Maj Vladimir Putin" ditemukan di antara file-file personalia era Soviet di Dresden. Putin kala itu menjabat sebagai perwira Komite Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) atau Committee for State Security, pada 1980-an.

Terdapat perangko dan validasi kartu hingga 1989. Dengan nomor seri B 217590, kartu ini memiliki tanda tangan Putin di sebelah foto hitam-putih. Foto itu menunjukkan Putin muda mengenakan dasi.

Kepala arsip mengatakan, bahwa kartu merupakan persyaratan Putin memasuki kantor Stasi tanpa hambatan dan membuatnya lebih mudah untuk merekrut agen. Sebab dia tidak perlu menyebutkan lagi afiliasi KGB-nya. Tidak jelas apakah kartu itu menunjukkan Putin bekerja langsung untuk Stasi atau tidak.

Otoritas yang bertanggung jawab atas arsip Stasi mengatakan, merupakan hal yang biasa bagi agen-agen KGB yang ditempatkan di Republik Demokratik Jerman diberi akses masuk ke kantor Stasi.

"Ini memungkinkan perwakilan KGB untuk mengakses kantor regional Kementerian Keamanan Negara (Stasi)," kata pernyataan itu.

"Itu juga berlaku untuk Vladimir Putin, yang kemudian bekerja di kantor KGB di Dresden," lanjut pernyataan tersebut seperti dikutip Reuters, Rabu (12/12).

Kremlin tidak membenarkan ataupun membantah soal identitas Putin ini. "Pada masa Uni Soviet, KGB dan Stasi adalah layanan mitra, dan begitu pertukaran ID seharusnya tidak dikesampingkan," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Sejumlah pemimpin Rusia, menghabiskan waktu di Dresden. Sementara, Putin tiba di kota di Jerman pada pertengahan 1980-an dan bergabung dengan KGB.

Pada malam 5 Desember 1989, Putin menelpon Rusia ketika banyak orang bersiap-siap menyerbu kediaman KGB. Tembok Berlin telah jatuh kurang dari sebulan sebelumnya.
"Moskow diam," katanya, menurut biografi pemimpin Rusia baru-baru ini.

Putin dikatakan telah membujuk beberapa orang dengan gertakan bahwa mereka akan ditembak jika mereka mencoba memasuki kediaman.

Foto-foto dari arsip Stasi menunjukkan bahwa para pejabat penting Rusia lainnya, seperti kepala pabrik pertahanan Rostec, Sergey Chemezov, dan kepala Transneft, Nikolay Tokarev, bertugas di Dresden bersama Putin.

Kendati demikian, beberapa rincian badan KGB Putin tetap dirahasiakan, termasuk apakah karyanya dalam kontra intelijen, termasuk pengawasan terhadap para pembangkang politik di Uni Soviet.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA