Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Cuaca Ekstrem, Warga AS Gunakan Layanan Kesehatan Daring

Ahad 03 Feb 2019 05:33 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Andri Saubani

Cuaca ekstrem (ilustrasi)

Cuaca ekstrem (ilustrasi)

Foto: Antara/Umarul Faruq
Suhu dingin di AS bisa mencapai minus 31 derajat Celcius.

REPUBLIKA.CO.ID, MICHIGAN -- Lonjakan besar layanan sistem perawatan kesehatan berbasis daring terjadi di Michigan Barat, Amerika Serikat. Lebih dari 400 orang selama kurun waktu empat hari menggunakan Spectrum Health's MedNow untuk menemui seorang praktisi perawat atau asisten dokter tentang masalah non-darurat, seperti sakit, ruam, pilek dan flu.

Direkrut Senior MedNow, Joe Brennan mengatakan, kebanyakan dari pasiennya adalah mereka yang memilih tinggal di rumah dibandingkan dirawat di unit gawat darurat. Namun, selain cuaca dingin yang ekstrim, bahaya lain berasal dari karbon monoksida.

Satu keluarga yang terdiri dari sembilan orang di Wheeling, Illinois terpaksa dibawa ke rumah sakit setempat setelah memanggang arang untuk menghangatkan rumah mereka. Sementara di Rockford, Illinois, empat orang dirawat karena memanaskan mobil di garasi tertutup karena ventilasi tungku terhalang oleh es dan salju.

Lonjakan pasien juga terjadi di Mercyhealth, Rockford dalam kurun waktu dua hari. Terdata setidaknya 15 orang mengalami patah tulang akibat tergelincir di es dan sepuluh orang mengalami kecelakaan mobil akibat jalan yang licin dan tertutup salju. Selain itu, adapula yang mengeluh sesak nafas setelah menyekop salju.

Rockford mencetak rekor baru dengan suhu mencapai minus 31 derajat Celcius pada Kamis (31/1). Pada Jumat (1/2) suhu mulai naik menjadi minus 5 derajat Celcius di Minneapolis dan Chicago. Sedangkan di Dakota Utara, suhu naik di agas titik beku dan suhu terendah terjadi pada Selasa (29/1) dengan minus 27 derajat.

Cuaca ekstrim ini dianggap menjadi faktor dalam setidaknya 27 kematian, termasuk seorang wanita Michigan berusia 90 tahun yang meninggal karena hipotermia setelah keluar dari rumahnya saat memberi makan burung. Berdasarkan data korban meninggal terbaru, setidaknya sembilan orang ditemukan di luar rumah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA