Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Trump Marah Bantuannya ke Venezuela Diblokade Maduro

Kamis 14 Feb 2019 11:12 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: AP
Maduro menolak bantuan AS karena dinilai hanya sebuah siasat.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump geram karena bantuan dari AS ke Venezuela diblokade. Ia mengecam Presiden Nicolas Maduro karena menghentikan akses pengiriman besar persediaan makanan.

"Ini kesalahan besar, kami mencoba memberikan makanan untuk orang-orang kelaparan," ujar Trump seperti dikutip Washington Times, Kamis (14/2).

"Anda (Maduro) membuat orang-orang kelaparan di Venezuela. Ini terjadi hanya pada pemerintahan yang salah, pemerintahan ada sungguh kesalahan yang membuat hal-hal buruk terjadi," Trump menegaskan.

Hingga kini, bantuan yang dikirim AS melalui Kolombia masih menumpuk di perbatasan. Sebab Maduro menutup wilayah perbatasan menuju Venezuela.

Seperti dilansir Strait Times, Maduro menolak bantuan kemanusiaan AS karena dinilai sebagai taktik untuk invasi negaranya. Maduro menolak bantun meski rakyatnya kini tengah menderita kelaparan dan krisis ekonomi menggila akibat hiperinflasi.

"Saya pikir dia membuat kesalahan besar dengan tidak membiarkan bantuan kami masuk," ujar Trump.

Baca juga, Presiden Maduro Kian Terisolasi di Kawasan.

Sekitar 50 negara telah mengakui pemimpin opoisis dari Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido sebagai presiden sementara. Pada demonstrasi besar-besaran pada Selasa, Guaido bersumpah bahwa bantuan kemanusiaan akan memasuki negara itu pada 23 Februari.

"Kami memiliki hampir 300 ribu warga Venezuela yang akan mati jika bantuan tidak masuk," ujar Guaido.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun ekonominya yang pernah berkembang telah hancur di bawah pemerintahan kiri yang sudah berjalan lama. Sekitar 2,3 juta orang telah melarikan diri sejak 2015, gaji dan tabungan mereka menjadi tidak berharga karena hiperinflasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA