Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Trump Sebut Hubungan dengan Pakistan Kian Membaik

Sabtu 23 Feb 2019 15:14 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers di New York pada Kamis (26/9) waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers di New York pada Kamis (26/9) waktu setempat.

Foto: AP Photo/Mary Altaffer
Pakistan merupakan aktor utama dalam pembicaraan damai di Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan AS belum lama ini meningkatkan hubungan yang jauh lebih baik dengan Pakistan, yang telah lama berselisih dengan AS atas perang di Afghanistan.

Trump, yang berbicara di acara Gedung Putih pada Jumat (22/2), tentang perundingan dagang dengan China, mencatat bahwa hubungan dengan Pakistan membaik dalam waktu singkat baru-baru ini dan tidak menutup kemungkinan menggelar pertemuan dengan Pakistan.

Baca Juga

Utusan AS mengatakan Pakistan merupakan aktor utama dalam pembicaraan damai di Afghanistan, mengingat hubungannya dengan Taliban.

Perwakilan Taliban akan bertemu dengan utusan perdamaian khusus AS Zalmay Khalilzad di Qatar pada 25 Februari guna melanjutkan pembicaraan. 

Taliban menolak mengizinkan partisipasi pemerintah Afghanistan, yang dianggap sebagai boneka AS.

Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Rabu lalu, memanggil duta besar Pakistan terkait pernyataan bahwa pembicaraan damai Afghanistan dapat terpengaruh jika India menggunakan kekerasan setelah serangan mematikan pekan lalu terhadap polisi paramiliter India di wilayah sengketa Kashmir. 

Kelompok Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Taliban sebelumnya mengumumkan bahwa timnya akan bertemu dengan para perunding AS pekan ini di Islamabad. Namun pertemuan tersebut tidak terjadi dengan alasan yang masih simpang siur.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA