Jumat 18 Jan 2019 16:15 WIB

Petinggi Kongres AS Dilarang ke Luar Negeri

Ketua House of Representative tidak dizinkan memakai pesawat militer.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini
Ketua Demokrat Nancy Pelosi dalam konferensi pers di Washington, 7 Januari 2016.
Foto: Reuters/Jonathan Ernst
Ketua Demokrat Nancy Pelosi dalam konferensi pers di Washington, 7 Januari 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak memberikan pesawat militer kepada Ketua House of Representative Nancy Pelosi yang ingin melakukan perjalanan keluar negeri. Alasannya, ia ingin politisi dari Partai Demokrat tersebut tetap berada di Washington untuk membahas anggaran tembok perbatasan yang menyebabkan pemerintahan AS shutdown sampai saat ini.

"Kami ingin dia tetap berada di Washington, presiden ingin dia untuk bernegosiasi," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders, Jumat (18/1).

Gedung Putih juga membatalkan rencana perjalanan delegasi presiden ke World Economic Forum di Davos, Swiss pekan depan. Mereka mengatakan perjalanan tersebut dibatalkan karena pemerintah AS masih shutdown. Gedung Putih juga mengatakan perjalanan-perjalanan anggota Kongres juga akan ditunda sampai pemerintah AS dibuka kembali.

Belum ada kepastian kapan para anggota Kongres diperbolehkan untuk kembali melakukan perjalanan ke luar negeri. Karena belum ada tanda-tanda kebuntuan negosiasi tentang anggaran tembok perbatasan dengan Meksiko segera terpecahkan.

Trump terkejut ketika Pelosi memintanya untuk menunda pidato kenegaraan yang rencananya dilakukan di Kongres pada 22 Januari mendatang. Presiden AS ke-45 itu pun membalas Pelosi dengan tidak memberikan perempuan tersebut pesawat militer untuk mengunjungi Afghanistan dan Brussel.

Kepada salah satu penasihat Trump mengatakan permintaan Pelosi itu sesuatu yang harusnya ia lakukan sendiri. Hal itu diungkapkan salah seorang anggota partai Repulik yang sering berhubungan dengan Gedung Putih. Tapi ia tidak bisa menyebutkan namanya karena tidak berwenang mempublikasikan percapakan pribadi itu.

Trump kabarnya khawatir pergerakan Pelosi membuatnya tersingkir di mata publik. Anggota partai Republik itu mengatakan Trump senang bisa membatalkan perjalanan Pelosi. Ia ingin memperlihatkan kemunafikan Pelosi yang memintanya menunda pidato kenegaraannya tapi justru ingin pergi keluar negeri.

Sebelumnya Pelosi meminta Trump menunda pidato kenegaraan sampai shutdown berakhir. Pelosi meminta setidaknya sampai gaji ratusan ribu pekerja pemerintah federal dibayarkan.

"Mari dapatkan tanggal kapan pemerintah kembali dibuka. Mari bayar pegawai pemerintah. Mungkin dia (Trump) pikir tidak apa-apa tidak menggaji orang yang berkerja. Saya tidak berpikir seperti itu," kata Pelosi.

Saat berkunjung ke Pentagon, Trump menolak berkomentar tentang penundaan pidato kenegaraan. Ia hanya mengatakan AS membutuhkan perbatasan yang kuat.

Pelosi kembali menegaskan ia bersedia untuk menegosiasikan anggaran keamanan perbatasan ketika pemerintah kembali dibuka. Tapi ia mengatakan Demokrat tetap akan menentang kebijakan pembangunan tembok perbatasan yang sudah lama Trump janjikan.

"Saya katakan tidak untuk tembok," kata Pelosi dua kali.

Kementerian Luar Negeri AS mengirimkan notifikasi kepada pegawai mereka di seluruh dunia. Mereka mengatakan bisa membayar sebagian besar gaji pegawai mereka mulai Ahad atau Senin pada periode gaji berikutnya.

Para pegawai Kementerian Luar Negeri AS diberitahu mereka tidak akan menerima gaji pada Desember - ketika shutdown dimulai - sampai situasi ini selesai. Sementara larangan berpergiaan yang diterapkan Gedung Putih tidak melibatkan keluarga. 

Dua jam setelah Trump menahan Pelosi dari perjalanannya, sebuah Air Force yang dimodifikasi, pesawat Boeing 757 lepas landas dari Pangkalan Udara Andrews yang berada di luar Washington. Penerbangan dengan tanda "Executive One Foxtrot" itu melayani keluarga presiden ketika presiden tidak berpergian bersama mereka.

Pesawat tersebut mendarat sebelum pukul 19.00 waktu setempat di Bandara Internasional Palm Beach. Sebuah bandara yang letaknya hanya dua mil dari klub pribadi milik Trump.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement