Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

AS Segera Tarik Staf Kedutaan dari Venezuela

Selasa 12 Mar 2019 13:04 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Foto: AP Photo/Rodrigo Abd
Penarikan staf kedutaan AS dari Venezuela karena situasi yang semakin memanas.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) segera menarik semua personel diplomatiknya dari Venezuela. Pada Selasa (12/3), Departemen Luar Negeri AS mengatakan penarikan staf dan seluruh pembantu kedutaan ini sesuai dengan keputusan dan rencana 24 Januari lalu.

Baca Juga

"Keputusan ini mencerminkan situasi di Venezuela juga atas kesimpulan kehadiran staf diplomatik AS di kedutaan menjadi kendala kebijakan AS," kata Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan mereka.

Tapi belum diumumkan hari apa para staf kedutaan besar AS di Venezuela tersebut akan ditarik. Situasi di Venezuela semakin sulit terutama setelah terjadi pemadaman listrik di sebagian besar negara bagian Venezuela yang kini memasuki hari kelima.

Ketua badan legislatif Venezuela Juan Guaido yang mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara mengkritik pemerintahan Presiden Nicolas Maduro yang dinilai gagal dalam memulihkan pemadaman listrik. Guaido mengatakan 'hari-hari sulit' akan mulai terasa dan bencana semakin jelas terlihat.

"Enam belas negara bagian masih sepenuhnya gelap, kami harus menghadapi bencana ini sekarang," kata Guaido yang diakui sebagian besar negara-negara Barat dan Amerika Latin sebagai presiden sementara Venezuela.

Guaido mengajak pendukungnya dan rakyat Venezuela untuk turun ke jalan. Ia juga berjanji akan menggelar sidang luar biasa di National Assembly yang dikuasai oposisi untuk mendeklarasikan kondisi darurat nasional.

"Apa yang kami jalani sekarang di Venezuela seperti film sains fiksi," kata laki-laki berusia 35 tahun itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA