Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Pelaku Penembakan di Sinagoge Mengaku tidak Bersalah

Rabu 15 Mei 2019 09:00 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Pelaku penembakan Sinagoge Chabad of Poway, Kalifornia, John T. Earnest (19 tahun) di pengadilan San Diego, 30 April 2019.

Pelaku penembakan Sinagoge Chabad of Poway, Kalifornia, John T. Earnest (19 tahun) di pengadilan San Diego, 30 April 2019.

Foto: Nelvin C. Cepeda/The San Diego Union-Tribune via AP, Pool, File
Penembakan sinagoge tersebut menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN DIEGO -- Pelaku penembakan di Sinagoge Chabad of Poway, Kalifornia, John T. Earnest (19 tahun) mengaku tidak bersalah atas dakwaan yang dikenakan kepadanya. Earnest berbicara dua kali selama persidangan dan menyetujui keputusan pengacara yang ditunjuk pengadilan untuk tidak meminta jaminan.

Earnest didakwa telah melakukan penembakan ke Sinagoge Chabad of Poway pada 27 April lalu, bertepatan dengan hari raya Paskah bagi umat Yahudi. Penembakan tersebut menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Asisten pengacara Amerika Serikat (AS), Peter Ko mengatakan kepada hakim pemerintah belum memutuskan apakah akan menjatuhkan hukuman mati. Dia menegaskan kembali rencana mengadili Earnest secara terpisah dengan dakwaan pembunuhan yang diklasifikasikan sebagai kejahatan rasial. Tindak kejahatan ini kemungkinan akan menghadapkan Earnest pada hukuman mati.

Earnest menatap kosong kepada Hakim Michael Berg ketika menjelaskan persidangan. Pemuda itu duduk di persidangan bersama pengacaranya, Kathryn Nester. Kedua pergelangan tangan dan kaki Ernest tampak diborgol.

Sebuah pernyataan federal tertulis dan merinci tuduhan kejahatan rasial. Pernyataan itu menggambarkan seorang pria yang dipenuhi kebencian terhadap orang-orang Yahudi dan Muslim. Dalam sebuah manifesto yang diterbitkan secara online, Earnest mengaku terinspirasi dari serangan penembakan dua masjid di Christchurch dan penembakan di Pittsburgh Tree of Life pada musim gugur lalu.

Dokumen pengadilan mengatakan, Earnest memutar nomor 911 setelah melarikan diri dari sinagoge di mobilnya dan berkata, "Saya baru saja melakukan penembakan di sinagoge." Dia kemudian mengakui penembakan tersebut dilakukan karena orang-orang Yahudi telah menghancurkan ras kulit putih.

Earnest mengaku tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan di Kalifornia. Dia juga mengaku tidak bersalah atas tuduhan negara bagian dan federal karena mencoba membakar sebuah masjid di kota terdekat. Diketahui, di luar masjid itu yang menjadi sasaran Earnest, tertulis nama pria yang menjadi pelaku penembakan di dua masjid di Selandia Baru dan menewaskan 51 orang.

Baca Juga

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA