Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

AS Desak Saudi Ungkap Kemajuan Kasus Khashoggi

Rabu 12 Jun 2019 08:17 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Foto: Metafora Production via AP
Senator Partai Demokrat tuduh AS tutup mata atas kasus pembunuhan Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang mendesak Arab Saudi untuk mengungkap kemajuan penyidikan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Saudi diharapkan mampu melakukan hal itu sebelum peringatan satu tahun kasus tersebut.

“Akan ada peningkatan sensitivitas sekitar hari peringatan. Adalah kepentingan terbaik semua orang untuk memiliki beberapa kemajuan nyata (dalam kasus Khashoggi) saat itu,” ujar seorang pejabat senior di pemerintahan Trump, Selasa (11/6).

Pejabat tersebut mengatakan Saudi perlu menyelesaikan penyidikan mereka dan mengambil tindakan menjelang peringatan satu tahun kasus Khashoggi. Namun, dia tak menyebutkan konsekuensi apa yang akan muncul jika Saudi gagal melakukannya.

Pekan ini senator dari Partai Demokrat A. Chris Murphy menuding pemerintahan Trump menutup mata atas kasus pembunuhan Khashoggi. Padahal isu tersebut seharusnya mendapat perhatian mengingat adanya keterlibatan pejabat tinggi Saudi, termasuk orang-orang terdekat Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Dalam sebuah wawancara dengan Axios bulan ini, penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner, menolak menuding Pangeran MBS sebagai dalang di balik kasus tersebut. Kushner dan Pangeran MBS memang telah membangun hubungan cukup dekat.

Pada Maret lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengungkapkan pemerintahan Trump masih bekerja mengidentifikasi siapa saja yang bertanggung jawab dan terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Khashoggi, jurnalis The Washington Post, dibunuh dan dimutilasi di gedung konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober tahun lalu. Pangeran MBS adalah tokoh yang kerap disebut memerintahkan pembunuhan tersebut. Tudingan kepadanya didasari atas keterlibatan Saud al-Qahtani. Al-Qahtani diketahui merupakan tangan kanan Pangeran MBS.

CIA yang turut menyelidiki kasus Khahsoggi memiliki dugaan serupa. Dalam laporannya CIA meyakini Pangeran MBS adalah otak pembunuhan Khahsoggi. Namun Saudi telah berkali-kali membantah keterlibatan putra mahkotanya dalam kasus tersebut.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA