Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

AS dan Cina Sepakati Gencatan Senjata Perang Dagang

Kamis 27 Jun 2019 15:47 WIB

Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di Great Hall of the People di Beijing, Cina, Kamis (9/11).

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di Great Hall of the People di Beijing, Cina, Kamis (9/11).

Foto: AP Photo/Andrew Harnik
Presiden AS dan Presiden Cina dijadwalkan bertemu di KTT G20.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat dan Cina akan menyepakati "gencatan senjata sementara" dalam pertikaian dagang mereka. Hal itu menjadi keputusan satu pertemuan antara pemimpin kedua negara tersebut di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 pada akhir pekan ini.

South China Morning Post pada Kamis melaporkan perincian kesepakatan tersebut akan menghentikan babak berikutnya tarif AS mengenai tambahan 300 miliar dolar AS atas barang dari Cina. Kesepakatan itu dimasukkan di dalam siaran pers dan akan dibahas sebagai siaran pers terkoordinasi dan bukan pernyataan bersama.

Baca Juga

Pertemuan Presiden Cina Xi Jinping dengan Presiden AS Donald Trump memiliki syarat bahwa Washington menyetujui kesepakatan sementara semacam itu. Trump dijadwalkan mengadakan pembicaraan perdagangan yang dinantikan banyak pihak dengan Xi di Osaka, pada pukul 11.30 waktu setempat (09.30 WIB) pada Sabtu, kata seorang juru bicara Gedung Putih kepada wartawan pada Rabu (26/6).

Trump pada Rabu mengatakan kesepakatan perdagangan dengan Xi mungkin dicapai pada akhir pekan ini. Namun, ia siap memberlakukan tarif AS atas sisa impor Cina jika kedua negara terus tidak sepakat.

Cina dan Amerika Serikat sudah memberlakukan kenaikan tarif 25 persen sebesar ratusan miliar dolar atas masing-masing barang dalam perang dagang yang telah berlangsung selama hampir satu tahun. Hubungan antara Washington dan Beijing telah merosot sejak pembicaraan ambruk pada Mei, ketika Amerika Serikat menuduh Cina mengkhianati janji untuk mereformasi ekonominya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA