Sabtu 05 Jul 2014 19:49 WIB

Junta Thailand Bebaskan 14 Pekerja Kamboja

Bendera Kamboja (Ilustrasi)
Bendera Kamboja (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Junta militer Thailand membebaskan 14 pekerja migran Kamboja yang dipenjara bulan lalu karena memiliki visa kerja palsu, kata juru bicara Kamboja Jumat.

"Pemerintah Thailand telah membebaskan mereka setelah mereka memutuskan bahwa para pekerja juga menjadi korban para broker mereka, yang membuat dokumen palsu untuk mereka," kata Koy Kuong, juru bicara Kementerian Luar Negeri, kepada wartawan.

"Para pekerja, termasuk 10 perempuan, kembali ke Kamboja (Jumat) pagi ini."

Para pekerja itu ditangkap bulan lalu di Thailand ketika mereka mencoba untuk kembali ke Kamboja di tengah eksodus massa tiba-tiba pekerja migran dari Thailand.

Pembebasan itu terjadi hanya tiga hari setelah Raja Kamboja Norodom Sihamoni memberikan pengampunan raja kepada aktivis Baju Kuning Thailand yang dihukum, Veera Somkwamkid, selama kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow.

Selama pertemuan dengan Sihasak di Istana Perdamaian Phnom Penh pada Selasa, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen meminta junta Thailand untuk mempertimbangkan pembebasan 14 pekerja itu.

Perdana menteri mengatakan, para pekerja itu juga korban perdagangan manusia karena mereka meminta pemimpin untuk melakukan izin kerja bagi mereka, tetapi pemimpinnya menggunakan prangko palsu pada dokumen pekerjaan mereka.

Kedua pemerintah telah membantah bahwa pembebasan itu adalah pertukaran tawanan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement