Jumat 15 Jun 2018 02:13 WIB

Turki Kirim Makanan untuk Keluarga di Kamerun dan Mauritania

Turki menyediakan 45 ton bantuan makanan bagi 1.300 keluarga di Afrika Tengah.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah
Bendera Turki di jembatan Martir, Turki
Foto: AP
Bendera Turki di jembatan Martir, Turki

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Turki kembali menunjukkan kontribusinya terhadap masyarakat yang membutuhkan di negara lain. Kali ini, Badan Koordinasi dan Kerjasama Turki (TIKA) menyalurkan bantuan makanan kepada 2.400 keluarga di Kamerun dan Mauritania.

Dalam sebuah pernyataan, TIKA mengatakan mereka menyediakan sebanyak 45 ton bantuan makanan bagi 1.300 keluarga di Afrika Tengah. Terutama, mereka yang hidup dalam kondisi sulit di kamp pengungsian Uni Pour Servir di Kamerun.

Dilansir di World Bulletin, Jumat (8/6), menurut TIKA ada sekitar 6.000 orang yang tinggal di kamp pengungsian. Selama berbulan-bulan, para pengungsi itu kesulitan mendapatkan akses terhadap pasokan makanan pokok.

Menurut UNHCR, sekitar 300 ribu migran di Afrika Tengah tinggal di Kamerun. Dari jumlah tersebut, 62 persennya merupakan anak-anak. TIKA mengatakan juga memberikan bantuan makanan kepada 1.100 keluarga di Mauritania.

Sebelumnya, TIKA juga mengirimkan bantuan kepada ribuan penduduk Rohingya di Myanmar dan Bangladesh. Mereka mengirimkan paket makanan kepada 5.000 keluarga yang tinggal di kamp pengungsian dan di desa-desa di negara bagian Rakhine di Myanmar.

Lembaga tersebut juga mendirikan tenda untuk melayani Iftar (berbuka puasa) atau makanan cepat saji, bagi sebanyak 30 ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh. Tidak hanya itu, TIKA juga memasok kelompok terpisah dari 30 ribu orang dengan paket makanan yang berisi garam, gula, biskuit, buah kesemek, teh, bawang, kentang, merica dan buncis, serta barang-barang perawatan pribadi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement