Kamis 21 Jun 2018 13:16 WIB

Kim Belajar Budi Daya Sayuran di Cina

Memajukan perekonomian Korut menjadi prioritas utama bagi Kim.

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un (kedua dari kiri) berjabat tangan dengan Presiden Cina Xi Jinping di Diaoyutai State Guesthouse, Beijing, Rabu (20/6). Foto dipublikasikan pada Kamis (21/6). paling kanan adalah istri Kim, Ri Sol Ju.
Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un (kedua dari kiri) berjabat tangan dengan Presiden Cina Xi Jinping di Diaoyutai State Guesthouse, Beijing, Rabu (20/6). Foto dipublikasikan pada Kamis (21/6). paling kanan adalah istri Kim, Ri Sol Ju.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan Presiden Cina Xi Jinping membahas langkah-langkah meningkatkan kerja sama strategis dan taktis antara kedua negara di hari kedua pertemuan mereka di Beijing, Rabu (20/6). Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan, Kim juga mengunjungi sejumlah tempat di Cina.

Kim mendatangi sebuah lembaga pertanian yang dikelola Chinese Academy of Agricultural Sciences sebelum bertemu Xi. Dalam kunjungannya ini, ia banyak mengamati budi daya beragam sayuran.

Ia kemudian mengunjungi pusat kontrol lalu lintas di Beijing dan mempelajari berbagai hal. Kunjungan Kim ke dua lokasi itu juga dilaporkan media Cina.

"Mereka bertukar pandangan serius terkait situasi saat ini," lapor KCNA, Kamis (21/6).

Setelah melakukan kunjungan dan bertemu Xi, Kim kembali ke Pyongyang pada Rabu (20/6) sore. Kim berjanji menjadikan perekonomian Korut sebagai prioritas utama, setelah dia mengumumkan pencapaian ambisinya mengembangkan senjata nuklir. Media Korut sering melaporkan kemajuan yang dicapai negara itu di sektor pertanian dan industri dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Kamis (21/6), surat kabar resmi China Daily mengatakan dalam sebuah editorial, hubungan antara Korut dan Cina telah memancarkan vitalitas baru. Kunjungan Kim ke lembaga pertanian dan pusat kontrol lalu lintas menunjukkan perekonomian telah menjadi prioritas utama baginya.

"Perundingan terbaru Kim dengan Xi meyakinkannya bahwa Cina akan selalu berdiri di belakang DPRK yang telah mengalihkan fokusnya ke pembangunan perekonomian," kata surat kabar itu, dengan menggunakan nama resmi Korut, Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).

Kunjungan Kim ke Beijing yang dilakukan selama dua hari ini bertujuan menjelaskan hasil pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura pekan lalu. Di hari pertama kunjungannya, Kim dan Xi telah mencapai pemahaman tentang denuklirisasi Semenanjung Korea.

Kim juga mengakui ia banyak belajar dari Singapura selama KTT dengan Trump berlangsung. Menurutnya, Singapura adalah negara yang bersih, cantik, dan maju, serta makmur.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement