Ahad 05 Aug 2018 13:07 WIB

Jokowi Ingin Kerja Sama Strategis Indonesia-AS

Presiden ingin Indonesia tetap mendapat fasilitas GSP.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden Joko Widodo
Foto: Republika/Wihdan
Presiden Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike R Pompeo pada Ahad (5/8). Dalam kunjungan tersebut, presiden Jokowi membahas isu strategis yaitu kerja sama ekonomi dan komitmen AS khususnya Indonesia dalam rangka strategic partnership sejak 2015.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi. Retno mengatakan, baik Presiden Jokowi maupun Pompeo keduanya sepakat untuk membangun strategic partnership yang tidak hanya bermanfaat bagi kedua negara tetapi juga dunia.

Adapun terkait kerja sama ekonomi, lanjut Retno, kedua negara berkomitmen meningkatkan hubungan di bidang ekonomi, terutama perdagangan.

"Presiden mengatakan kalau dilihat dari jenis barang yang kita (RI dan AS) perdagangkan, sifatnya tidak saling berkompetisi satu sama lain. Oleh karena itu lebih mudah bagi kita meningkatkan kerja sama perdagangan," kata Retno di Jakarta, Ahad (5/8).

 Baca juga, Mike Pompeo dan Menlu Retno Bahas Nasib Perdagangan RI-AS.

Retno melanjutkan, melalui pembahasan tersebut Presiden RI Joko Widodo juga berharap, agar Indonesia tetap diberikan fasilitas Generalisasi System of Preference (GSP). Karena jika dilihat dari barang yang ada di GSP, sebanyak 53 persennya adalah terkait dengan produk yang diekspor AS dan terkait proses produksi yang diperlukan.

Selain itu, menurut Retno, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi dan Pompeo juga membahas situasi di kawasan Semenanjung Korea. Presiden, kata dia, ingin melihat stabilitas dan denuklirisasi di semenanjung Korea. Oleh karena itu Indonesia terus mendukung stabilitas di semenanjung Korea.

"Presiden Jokowi ingin menggunakan Asian Games untuk merekatkan persahabatan antara masyarakat kedua negara. Yang penting dalam membahas perdamaian, yang perlu dijaga trust building harus dibangun terus," kata Retno.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement