Rabu 26 Sep 2018 13:43 WIB

Perang Dagang Cina-AS Merambah ke Sektor Militer

Cina batalkan pertemuan dengan Angkatan Laut Amerika.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Kapal induk AS Carl Vinson berlayar di Laut Cina Selatan.
Foto: ABC
Kapal induk AS Carl Vinson berlayar di Laut Cina Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Memburuknya hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Cina akhirnya tidak hanya sebatas persoalan ekonomi. Ketegangan antara kedua negara pun merambah ke sektor militer.

Juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Dave Eastburn, mengatakan, Cina sudah memberi tahu ihwal pemanggilan pulang panglima Angkatan Laut mereka. Cina juga membantalkan pertemuan dengan Angkatan Laut Amerika (NAVY) yang rencananya diadakan di Pentagon setelah mengunjungi konferensi angkatan Laut di Newport, Rhode Island. Eastburn mengatakan, belum ada tambahan informasi dari Cina sampai saat ini.  

"Kami diberi tahu oleh Wakil Admiral Shen Jinlong sudah ditarik oleh Cina dan tidak melakukan kunjungan dengan Kepala Operasi Nasional Admiral John Richardson, kami tidak memiliki informasi lebih lanjut saat ini," kata Eastburn kepada Stasiun Televisi CNN, seperti dilansir dari Voice of America (VoA), Rabu (26/9). 
 
 
Cina pun menolak kapal perang Amerika untuk berlabuh di Hong Kong pada bulan depan. Penolakan ini setelah AS memberikan sanksi kepada Cina yang membeli senjata dan pesawat jet Rusia. Konsulat AS di Hong Kong mengatakan, Cina sudah menolak permintaan kapal amphibi USS Wasp untuk berlabuh di Hong Kong. 
 
"Pemerintah Cina tidak menyetujui permintaan AS berlabuh di Hong Kong," kata juru bicara Konsulat AS di Hong Kong, Darragh Paradiso, seperti dilansir dari Bloomberg. 
 
Kapal USS Wasp merupakan salah satu kapal yang berada di pangkalan Sasebo, Jepang, dan beroperasi di Wilayah Indo-Pasifik. Cina mengambil langkah ini setelah AS memberi sanksi kepada Departemen Pengembangan Peralatan mereka. Direkturnya, Li Shangfu, diberi sanksi setelah membeli pesawat jet dan rudal S-400 dari Rusia. 
 
Ahli hubungan Cina-Amerika dari ISEAS Yusuf Ishak Institute, Ian Storey, mengatakan, sanksi tersebut menjadi satu-satunya alasan Cina menolak permintaan Angkatan Laut Amerika tersebut. "Ini respons mata dibalas mata, Cina dan Rusia sangat terganggu dengan sanksi ini," ujar Storey. 
 
Menurut pakar lainnya dari S Rajaratnam School of International Studies, Collin Koh, langkah-langkah Cina dengan menolak permintaan Angkatan Laut dan membatalkan pertemuan petinggi militer hanya menunjukkan ketidaksenangan mereka atas perlakuan AS akhir-akhir ini. Menurut Koh, Cina tidak akan mengambil langkah yang lebih jauh. "Menunjukkan ketidaksenangan tanpa melanggar batas menuju sesuatu yang lebih serius," kata Koh. 
 
Koh mengatakan, Cina pernah menerapkan taktik yang sama pada masa lalu. Cina pernah menolak permintaan Angkatan Laut AS untuk berlabuh di Hong Kong pada 2016 ketika hubungan kedua negara tersebut sempat menegang karena persoalan Laut Cina Selatan.
 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement