Kamis 18 Oct 2018 01:18 WIB

Perbaikan Hubungan Cina dan Jepang Dimulai dengan Makanan

Pencabutan larangan impor makanan jadi upaya memperbaiki hubungan dengan Jepang.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini
Makanan khas Jepang
Foto: pixabay
Makanan khas Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Cina akan mencabut beberapa larangan impor makanan Jepang. Dilansir dari Kyodo News (17/10), pencabutan beberapa produk makanan Jepang itu untuk memperbaiki hubungan kedua negara.

Sebelumnya Cina melarang makanan Jepang masuk ke negara mereka setelah krisis nuklir Fukushima pada 2011. Kabarnya Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mencapai kesepakatan pencabutan impor ketika ia bertemu dengan Perdana Menteri Cina Li Keqiang di Beijing pada 26 Oktober mendatang.

Pemerintah Jepang sudah meminta Cina untuk mencabut sepenuhnya larangan tersebut. Mereka mengatakan makanan Jepang sepenuhnya aman dan sudah diperiksa secara sainstifik.

Cina telah membatasi impor makanan dan bahan makanan yang diproduksi di 10 dari 47 prefektur Jepang. Cina khawatir dengan radiasi yang berasal dari ledakan nuklir di Pembangkit Tenaga Nuklir  Fukushima Daiichi.

Kecelakaan yang mengakibatkan gempa bumi dan tsunami di Tohoku. Chna telah memberitahu Jepang tentang niat mereka untuk melonggarkan aturan itu melalui saluran diplomatik.

Para pejabat dari kedua negara juga tengah mendiskusikan kapan dan berapa banyak produk yang diperbolehkan masuk. Pada Mei lalu Abe dan Li sudah membentuk kelompok ahli yang bertugas untuk mengkaji pencabutan larangan impor tersebut.

Pada perjalanan tiga hari ke Cina pada 27 Oktober mendatang, Abe juga akan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping. Pada tahun ini, kedua negara merayakan 40 tahun kerja sama mereka.

Kedua negara terus berusaha untuk meningkatkan kerja sama mereka. Meski mereka memiliki konflik di masa lalu yang mungkin dapat menghentikan rencana pencabutan larang impor ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement