Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Helikopter Jatuh di Afghanistan, 25 Korban Meninggal Dunia

Rabu 31 Oct 2018 19:06 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Pasukan keamanan Afghanistan mengamankan lokasi bunuh diri saat pertemuan ulama di Kabul, Afghanistan, Senin (4/6).

Pasukan keamanan Afghanistan mengamankan lokasi bunuh diri saat pertemuan ulama di Kabul, Afghanistan, Senin (4/6).

Foto: REUTERS/Omar Sobhani
Taliban mengklaim menembak jatuh helikopter tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Helikopter milik Angkatan Darat Afghanistan dilaporkan jatuh di bagian barat daya negara itu pada Rabu (31/10). Akibat peristiwa ini setidaknya 25 awak dan penumpangnya tewas.  

Juru bicara Gubernur Provinsi Farah Naser Mehri mengatakan, dua helikopter Angkatan Darat sedang dalam perjalanan ke provinsi tetangganya, Herat, ketika salah satunya kehilangan kendali.  

“Helikopter nahas itu jatuh di tengah cuaca buruk,” kata dia, sebagaimana dilansir Reuters. Namun, juru bicara Taliban mengatakan kelompok itu menembak jatuh helikopter tersebut.

Secara terpisah, Seorang pengebom meledakkan diri di dekat gerbang penjara terbesar Afghanistan di Kabul pada Rabu hingga menewaskan sedikit-dikitnya enam orang dan melukai tiga lainnya. Belum ada pihak menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu. 

Juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish mengatakan, penyerang tersebut meledakkan bom di dekat kendaraan staf penjara Pul-e-Charki di ibu kota negara Afghanistan itu.

Enam orang tewas di dekat gerbang penjara tersebut, yang berada di pinggiran timur Kabul, dan tiga orang cedera, kata pejabat lain pemerintah.

"Penyerang itu berjalan menuju kendaraan, yang diparkir di gerbang penjagaan keamanan. Ia meledakkan diri sebelum kendaraan itu bisa memasuki kompleks penjara," kata pejabat tersebut.

Menurut laporan, laman berita setempat mengatakan beberapa perempuan petugas keamanan sedang duduk di kendaraan tersebut saat serangan itu terjadi. Penjara Pul-e-Charkhi menampung ratusan narapidana, termasuk beberapa gerilyawan Taliban. 

 

 

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA