Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Tangkap Mantan Diplomat, Cina Balas Kanada?

Rabu 12 Des 2018 04:30 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Petinggi Huawei Cina, Meng Wanzhou

Petinggi Huawei Cina, Meng Wanzhou

Foto: AP
Otoritas Cina belum memberi tanggapan ihwal kabar penangkapan Kovrig.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING  -- Mantan diplomat Kanada dilaporkan ditahan di Cina. Informasi itu didapat dari dua sumber yang mengerti persoalan itu pada Selasa (11/12). International Crisis Group, menyatakan sedang berupaya membebaskannya dengan cepat dan aman mantan diplomat tersebut.

Penahanan Michael Kovrig terjadi sesudah polisi di Kanada menangkap kepala keuangan Huawei Technologies Co Ltd China pada 1 Desember atas permintaan pihak berwenang Amerika Serikat. Penangkapan tersebut membuat marah Beijing.

Belum jelas apakah perkara itu berkaitan, tapi penangkapan petinggi Huawei Meng Wanzhou di Vancouver memicu kekhawatiran akan pembalasan terhadap masyarakat usaha asing di Cina. "International Crisis Group mengetahui laporan bahwa Penasihat Senior Asia Timur-nya, Michael Kovrig, ditahan di China," kata pernyataan lembaga think thank itu.

"Kami melakukan segala kemungkinan untuk mendapatkan keterangan tambahan tentang keberadaan Michael serta pembebasannya dengan cepat dan aman," tambahnya.

Baca juga, Petinggi Huawei Ditahan, Cina Ancam Kanada.

Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keamanan Umum Cina belum menanggapi pertanyaan yang dikirim melalui faksimili, mengenai penahanan Kovrig tersebut.

Alasan pasti atas penahanan itu, menurut sumber, belum jelas. Kedutaan Kanada menolak menanggapi, merujuk pertanyaan ke Ottawa.

Panggilan ke telepon Kovrig tidak dijawab. Kovrig, yang dapat berbahasa Mandarin, bekerja sebagai ahli penuh waktu untuk International Crisis Group sejak Februari 2017.

Sejak 2003 hingga 2016, ia bekerja sebagai diplomat dengan menjalankan tugas di Beijing dan Hongkong, antara lain.

Cina panggil dubes

Setelah Meng ditangkap, Cina pada Sabtu memanggil duta besar Kanada di Beijing dan memperingatkan "dampak" berat jika Ottawa tidak segera membebaskannya.

Meng dijadwalkan kembali ke pengadilan Vancouver pada Selasa. Sementara hakim mempertimbangkan masalah terakhir dalam menentukan apakah ia harus dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu kemungkinan penyerahan ke Amerika Serikat.

Washington menuduh Meng terlibat dengan perusahaan di Iran. Hal itu menempatkan bank itu dalam bahaya melanggar hukuman Amerika Serikat dan mendapatkan hukuman berat.

Sementara itu, Washington dan Beijing terlibat dalam perang sengit perdagangan. Kedua negara pada awal bulan ini sepakat menunda kenaikan tarif Amerika Serikat menjadi 25 persen dari 10 persen atas barang Cina senilai 200 miliar dolar pada 1 Januari.

Pakar Cina menyatakan Beijing berusaha memisahkan penangkapan Meng dari perundingan perdagangan itu. Namun Cina juga memperingatkan bahwa kemarahan publik atas langkah Kanada itu dapat memaksa pejabat di sana mengambil langkah memperburuk hubungan AS-Cina dan membahayakan perundingan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA