Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Putra Mahkota Saudi akan Teken Sejumlah MoU di Pakistan

Ahad 17 Feb 2019 02:46 WIB

Red: Ratna Puspita

Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman.

Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman.

Foto: Saudi Press Agency via AP
Menurut banyak ahli, penanaman modal Arab Saudi akan membantu ekonomi Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman akan melakukan kunjungan ke Pakistan mulai Ahad (17/2). Menurut para pejabat Pakistan, beberapa nota kesepahaman (MoU) direncanakan ditandatangani antara kedua negara.

Putra Mahkota Saudi menunda kunjungannya ke Islamabad selama satu hari. Pangeran Mohammad bin Salman seharusnya dijadwalkan tiba di Ibu Kota Pakistan tersebut pada Sabtu (16/2).

Penundaan kunjungan itu tanpa disertai penjelasan mengenai alasannya. Pangeran rencananya melakukan kunjungan resmi dua-hari dengan disertai oleh satu delegasi pejabat senior termasuk anggota keluarga kerajaan. 

"Putra Mahkota mengunjungi Pakiastan pada 17-18 Feburari. Program kunjungan tersebut masih tidak berubah," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam.

MoU direncanakan ditandatangani antara kedua negara termasuk pembentukan kompleks petrokimia dan kilang minyak di Pelabuhan Gwadar, yang strategis di bagian barat-daya Pakistan. Dewan Tertinggi Koordinasi Arab Saudi-Pakistan, yang dipimpin oleh Mohammad bin Salman dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dijadwalkan diluncurkan selama kunjungan itu.

Menurut banyak ahli, penanaman modal Arab Saudi akan membantu ekonomi Pakistan. Saat ini, Pakistan mengalami pukulan akibat devaluasi mata uangnya belum lama ini dan merosotnya devisa luar negerinya.

Pada September lalu, Pakistan secara resmi mengundang Arab Saudi agar bergabung dalam Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC), bagian dari proyek ambisius China --Gagasan Sabuk dan Jalan, tapi perbedaan pendapat yang dilaporkan dengan Beijing tak bisa mewujudkan tawaran tersebut.

Kendati demikian, Riyadh setuju untuk menanam modal di dalam proyek yang berkaitan dengan CPEC. Arab Saudi sudah mengumumkan pendanaan tiga proyek CPEC di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di bagian barat-laut Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan.

CPEC --yang ditandatangani pada 2014-- berusaha menghubungkan Provinsi Xinxiang, yang memiliki kepentingan strategis di bagian barat-laut China, dengan Pelabuhan Gwadar melalui satu jaringan jalan, rel kereta dan pipa saluran untuk mengangkut barang, minyak dan gas.

Setelah mengunjungi Pakistan, Putra Mahkota Arab Saudi itu dijadwalkan mengunjungi tetangga Pakistan, India.

sumber : Antara/Anadolu-OANA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA