Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Survei: Kepercayaan Warga Korsel terhadap Korut Meningkat

Selasa 01 May 2018 05:57 WIB

Rep: Farah Nabila Noersativa/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kiri, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengangkat tangan mereka setelah menandatangani pernyataan bersama di desa perbatasan Panmunjom di Zona Demiliterisasi, Korea Selatan, Jumat (27/4).

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kiri, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengangkat tangan mereka setelah menandatangani pernyataan bersama di desa perbatasan Panmunjom di Zona Demiliterisasi, Korea Selatan, Jumat (27/4).

Foto: Korea Summit Press Pool via AP
Kepercayaan meningkat sejak pertemuan kedua pemimpin Korea.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Kepercayaan warga Korea Selatan terhadap Korea Utara menunjukkan peningkatan, sejak kedua pemimpin bertemu untuk upaya perdamaian pekan lalu. Itu berdasarkan hasil survei yang diumumkan Lembaga riset Realmeter, Senin (30/4).

Dilansir Reuters, survei dilakukan pada hari Jumat, bertepatan dengan momen pertemuan pemimpin Korea Utara Kim-Jong Un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Survei menunjukkan 64,7 persen warga Korea Selatan percaya bahwa Korea Utara akan melakukan denuklirisasi dan menjaga perdamaian.

Sebanyak 14,7 persen warga Korea Selatan mempercayai Korea Utara akan melakukan denuklirisasisebelum KTT.

Orang-orang di Seoul dilaporakan seperti tak percaya melihat pertemuan keduanya yang disiarkan langsung di televisi. Beberapa gambar menunjukan Kim tersenyum dan bercanda. Mereka menganggap Kim tampak sangat berbeda dari mantan pemimpin Korea Utara sebelumnya, seperti ayahnya, Kim Jong Il dan kakek Kim Il Sung.

"Denuklirisasi pasti mungkin," kata Kim Jin-han (41), seorang warga Seoul. "Pemimpin Korea Utara berbicara tentang kelemahan negaranya, seperti infrastruktur. Dia sangat terbuka tentang itu.Ini sangat berbeda dari para pemimpin sebelumnya. Jadi saya pikir dia siap untuk sepenuhnya menyerahkan senjata nuklir," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA