Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Anwar Ibrahim: Mahathir Harus Diberi Ruang Jalankan Negara

Rabu 01 Aug 2018 11:17 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad (kanan) bersama Anwar Ibrahim (kiri)

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad (kanan) bersama Anwar Ibrahim (kiri)

Foto: The Star
Pernyataan Anwar itu berkaitan dengan dugaan Mahathir hendak mendepaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Mantan perdana menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta publik Malaysia memberi ruang bagi Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad untuk menjalankan pemerintahannya. Ia yakin misi Mahathir akan selalu berkaitan dengan kepentingan bangsa dan institusi.

Pernyataan Anwar itu berkaitan dengan dugaan Mahathir hendak mendepaknya. Mahathir diketahui baru saja menunjuk Datuk Seri Mohamed Azmin Ali sebagai menteri urusan ekonomi dan dewan Khazanah Nasional Bhd.

"Tidak, itu tidak masuk akal. Dia memiliki argumennya. Dia berpikir untuk kepentingan bangsa dan institusi," kata Anwar menanggapi isu Mahathir hendak mendepaknya dari jabatan di tubuh pemerintahan, dikutip laman The Straits Times, Rabu (1/8).

Pemimpin de facto Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu menambahkan, setiap kekhawatiran tentang pengangkatan Azmin ke dewan Khazanah Nasional harus didiskusikan secara tertutup dengan rekan-rekan partai. Namun terlepas dari hal itu, Anwar mengatakan Mahathir memiliki keleluasaan untuk menjalankan pemerintahan dengan gayanya sendiri.

photo

Menurutnya ia akan melakukan hal yang sama seperti Mahathir ketika nanti diangkat ke Kabinet. "Dia (Mahathir) harus diberi kebebasan untuk menjalankan negara. Tapi Anda tidak bisa menghentikan orang membuat berbagai macam interpretasi," katanya, merujuk pada spekulasi dirinya akan didepak oleh Mahathir.

Saat terpilih sebagai perdana menteri Malaysia, Mahathir mengisyaratkan dirinya hanya akan menempati jabatan tersebut selama dua tahun. Setelah itu, posisi perdana menteri akan diemban oleh Anwar.

Partai Anwar, yakni PKR, merupakan bagian dari koalisi Pakatan Harapan yang memenangkan Mahathir dalam pemilu lalu. PKR memegang 48 kursi dari 113 kursi parlemen yang dimenangkan Pakatan Harapan.

Anwar sebenarnya merupakan kandidat pilihan Pakatan Harapan sebagai perdana menteri. Ia bahkan telah dipilih sebelum pemilu gelar. Namun saat pemilu digelar, Anwar masih dipenjara karena kasus sodomi pada 2015. Anwar mengklaim kasus itu merupakan rekayasa mantan perdana menteri Najib Razak yang ingin mengakhiri karier politiknya. Pada 16 Mei lalu, Anwar telah mendapat pengampunan penuh dari raja Malaysia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA