Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Kim Jong-un Ingin Lebih Sering Bertemu Presiden Korsel

Ahad 30 Dec 2018 18:17 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ratna Puspita

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Foto: Pyongyang Press Corps Pool via AP
Pertemuan itu bertujuan mencapai denuklirisasi di semenanjung Korea.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengatakan dia ingin mengadakan pertemuan puncak lebih sering dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in pada tahun depan. Pertemuan itu bertujuan mencapai denuklirisasi di semenanjung Korea.

Kim mengirim surat untuk Moon pada Ahad (30/12) untuk memperingati peningkatan hubungan yang mereka rancang di sepanjang tahun ini, termasuk tiga pertemuan puncak. Kedekatan keduanya terjadi setelah bertahun-tahun terlibat konfrontasi yang ditandai oleh serangkaian uji coba nuklir dan rudal oleh Korut.

"Kim mengatakan dia bersedia untuk sering bertemu dengan Presiden Moon tahun depan untuk memajukan diskusi mengenai perdamaian dan kemakmuran, serta menyelesaikan masalah denuklirisasi semenanjung Korea," kata juru bicara Moon, Kim Eui-kyeom, dalam sebuah pernyataan.

Kendati demikian, perundingan nuklir yang terhenti antara Pyongyang dan Washington turut berdampak pada hubungan antar-Korea. Rencana Korsel untuk menjadi tuan rumah Kim di Seoul tahun ini tampaknya tidak akan berjalan.

Rencana tersebut sebelumnya telah disepakati pada pertemuan puncak terakhir antara Kim dengan Moon di Pyongyang pada September lalu. Kim mengatakan dalam surat itu bahwa dia menyesal kunjungannya ke Seoul tidak terjadi. Ia menyatakan tekad kuat untuk mewujudkan rencana kunjungannya di masa depan sambil memantau situasi.

Kim telah berjanji untuk bekerja menuju denuklirisasi pada pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura pada Juni. Akan tetapi, kedua pihak sejak itu hanya mencapai sedikit kemajuan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA